Bikin Pangling, Semua Dekorasi Ini Terbuat dari Barang Bekas

Ternyata barang bekas yang sudah tidak memenuhi fungsi aslinya lagi, bisa diubah menjadi berbagai dekorasi ruangan yang keren.

oleh Akbar Muhibar diperbarui 22 Mei 2017, 18:41 WIB
Ternyata, barang bekas yang sudah tidak memenuhi fungsi aslinya lagi, bisa diubah menjadi berbagai dekorasi ruangan yang keren dalam pameran Exploriment oleh Erwinn Firmansyah, Jumat (19/5/2017). (Liputan6.com/Akbar Muhibar)

Liputan6.com, Jakarta Ternyata barang bekas yang sudah tidak memenuhi fungsi aslinya lagi, bisa diubah menjadi berbagai dekorasi ruangan. Mulai dari pembatas ruangan, hingga pajangan dinding yang penuh dengan makna. Berbagai koleksi dekorasi seni kriya ini dipertunjukkan oleh Perintis Dinamika Multiniaga (PDM) mulai dari 19 Mei hingga 2 Juni 2017.

“Pameran ini merupakan pertama kalinya kita adakan. Semua karya di sini menggunakan bahan-bahan bekas sisa dari limbah interior yang dimanfaatkan sebagai art craft. Mulai dari bekas plywood, kardus hingga kayu sisa produksi,” ungkap Edwinn Firmansyah, konsultan desain interior PDM, pada Jumat (19/5/2017).

Dalam pameran yang bertajuk Exploriment ini, pengunjung dibawa untuk melihat karya seni yang dibuat eksklusif dari barang bekas limbah produksi. Mulai dari keramik, veneer, bahan pelapis kayu hpl, kardus, kayu solid, hingga granit. Semua produksi dikerjakan oleh berbagai mitra yang bekerjasama dengan PDM.

Foto dok. Liputan6.com

“Untuk proses awalnya, saya membuat sketsa di kertas secara detail, lalu diperbesar dan dikirimkan kepada mitra yang bekerjasama untuk mengolahnya. Akhirnya jadilah berbagai karya seni ini,” ungkap Edwinn.

Selain memberikan kepada mitra, Edwinn juga mencari berbagai perajin di berbagai daerah untuk mengerjakan berbagai karya seni ini. Mulai dari Solo, Jogja, Pekalongan, dan berbagai daerah yang ada di Jawa Tengah. Tentunya semua proses ini tetap melewati supervise sehingga berhasil mewujudkan sketsa menjadi karya kerajinan tangan.

Foto dok. Liputan6.com

“Waktu pengerjaannya juga relatif, tergantung dari kesulitan desain dan ukuran. Dari bahan sendiri tidak ada kekurangan karena semua berasal dari limbah industri yang selalu datang secara regular. Hingga pegawai kami kewalahan karena belum selesai menangani limbah kayu yang ada, sudah datang lagi satu truk limbah baru,” ujar Edwinn.

Tentunya hal ini menjadi peluang yang bagus bagi limbah industri, agar tetap bisa dimanfaatkan dan menjadi nilai tambah dalam bidang kerajinan tangan. Barang bekas yang sudah dijadikan karya seni juga mengalami peningkatan nilai hingga 300 persen dari harga pertama karena adanya nilai estetika dan artistik yang ditambahkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya