Pansel Cek Rekam Jejak Calon Komisioner Komnas HAM Anggota FPI

Jimly menegaskan, tidak ada tebang pilih latar belakang dalam seleksi komisioner Komnas HAM.

oleh Muhammad Radityo Priyasmoro diperbarui 17 Mei 2017, 14:18 WIB
Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI Jimly Asshiddiqie mendatangi Gedung KPK, Jakarta, Kamis (2/3). Kedatangan Jimly untuk beraudiensi dengan pimpinan KPK terkait rencana diskusi pemberantasan korupsi ke depan. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel) Komisioner Komnas HAM Jimly Asshiddiqie menyatakan, pihaknya akan menelusuri rekam jejak calon komisioner Komnas HAM yang juga Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah.

"Nanti kita cek, kalau dia dari ormas ya tidak masalah juga. Makanya ini ada tracking-nya (rekam jejak), di forum juga ada klarifikasi," kata Jimly di Kantor Sekjen Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Jimly menegaskan, tidak ada tebang pilih latar belakang dalam seleksi komisioner Komnas HAM.

"Entah dari ormas, partai politik, LSM, kita harus adil. Kita kan harus lihat integritasnya juga, kalau memang tidak memenuhi syarat ya tidak lolos," tegas Jimly.

Karenanya, Jimly meminta seluruh pihak agar bisa mempercayakan seleksi komisioner Komnas HAM kepada tim Pansel.

"Kita harus memilih orang yang tepat, tapi juga teamwork dan punya impian dan pengalaman untuk mengelola institusi ini. Makanya percayakan pada kami tim Pansel untuk menyeleksi ini," ujar Jimly.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya