Liputan6.com, Jakarta - Klub juara pasti diisi oleh sejumlah pemain hebat. Akan tetapi, banyak juga pemain hebat yang bermain di klub-klub kecil.
Advertisement
Contohnya beberapa pemain yang kini membela tiga tim papan bawah Liga Inggris seperti Hull City, Middlesbrough, dan Sunderland. Mereka diakui memiliki kualitas mumpuni, meski tak bisa mengangkat performa tim secara keseluruhan.
Jelang penutupan musim ini, mereka tak mampu menyelamatkan klub dari jurang degradasi. Bukannya turun pamor, sejumlah pemain klub tersebut malah jadi incaran tim-tim besar.
Seperti misalnya bek muda Hull City Harry Maguire. Pemain 24 tahun tersebut tengah dipantau oleh runner-up klasemen Tottenham Hotspur hingga duo klub Merseyside, Everton dan Liverpool.
Ternyata bukan hanya Maguire yang siap "diselamatkan" klub lain. Beberapa pemain tim degradasi lainnya punya potensi untuk bersinar bersama klub papan atas.
Siapa saja pemain tersebut? Berikut ulasannya seperti dilansir dari Daily Star.
Gastón Ramírez
Gastón Ramírez adalah pesepak bola asal Uruguay yang bermain sebagai gelandang serang di Middlesbrough. Dia pernah membela timnas Uruguay dalam ajang besar seperti Olimpiade 2012, Piala Konfederasi 2013, hingga Piala Dunia 2014.
Setelah meninggalkan Southampton, Ramirez kembali bergabung dengan Middlesbrough yang sempat meminjamnya dan meneken kontrak selama tiga musim. Tapi dia tak mampu menyelamatkan The Boro yang tertahan di posisi ke-17 klasemen sementara.
Pertandingan pertama Ramírez setelah menandatangani kontrak permanen adalah laga pembuka musim ini melawan Stoke City. Dalam partai yang berakhir imbang 1-1, dia membuat assist untuk gol Middlesbrough yang dicetak Alvaro Negredo.
Lamine Kone
Lamine-Gueye Koné merupakan salah satu dari sekian banyak pemain Pantai Gading yang merumput di Liga Inggris. Pemain jebolan Turnamen Toulon itu memilih untuk membela Sunderland pada Januari 2016 dan menjadi penyelamat saat The Black Cats nyaris terdegradasi.
Koné pernah memainkan peran besar dalam kemenangan Sunderland melawan Manchester United Februari tahun lalu. Tendangan sudutnya membuat David de Gea mencetak gol bunuh diri hingga skor berakhir 2-1 untuk Sunderland.
Pada 11 Mei 2016, dia menjadi pahlawan kemenangan lewat dua golnya ke gawang Everton. Sayangnya, musim ini dia tak mampu mengangkat timnya dari zona papan bawah.