Kritik Pengendara Bandel dan Ugal-ugalan Lewat Kartun

Kartunis bergerak mengampanyekan keselamatan berkendara.

oleh Rio Apinino diperbarui 15 Mei 2017, 05:11 WIB
Ashady, pemenang Astra International Cartoon Contest, dan karyanya (Foto: Istimewa).

Liputan6.com, Semarang - Kecelakaan sedikit banyak mencerminkan pengetahuan soal keselamatan berkendara. Semakin paham bagaimana cara berkendara yang baik dan benar, maka potensi terjadi kecelakaan di jalanan harusnya semakin turun.

Di tengah masih tingginya angka kecelakaan seperti saat ini, maka salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan terus menerus mengampanyekan keselamatan berkendara. Hal inilah yang baru-baru ini dilakukan Astra International.

Tidak seperti kampanye keselamatan berkendara lain, yang dilakukan Astra cukup unik. Melalui kegiatan Astra International Cartoon Contest, 508 kartunis dari 66 negara diundang untuk mengampanyekan etika berkendara melalui media gambar.

Acara yang dihelat di Semarang, Jumat (12/5) kemarin, dan juga mengundang Semarang Cartoon Club (SECAC) ini setidaknya menghasilkan 1.404 karya.

"Kartunis Indonesia punya potensi yang luar biasa, karyanya mendunia. Tapi orang tidak banyak yang tahu. Menggandeng Astra, kami adakan kompetisi internasional ini dengan tema etika berlalu-lintas supaya ramai lagi," ujar Mas Dian MRE, Ketua Penyelenggara.

Menurut para kartunis, apa yang mereka visualisasikan dalam bidang dua dimensi ini terinspirasi dari fenomena sehari-hari.

Ashady, kartunis asal Yogyakarta, menggambar pengendara motor yang memiliki remote control pengendali lampu lalu lintas. Ini adalah kritikan bagi pengendara yang tidak sabaran saat di lampu merah. "Ini juga sebagai kritik bagi para penegak," ujarnya.

Ashady sendiri keluar sebagai pemenang pertama. Ia berhak menerima hadiah sebesar puluhan juta rupiah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya