Alasan Djarot Tak Hadir Penetapan Anies - Sandi Jadi Gubernur DKI

KPU DKI menetapkan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih periode 2017-2022, Anies Baswedan - Sandiaga Uno.

oleh Ika Defianti diperbarui 05 Mei 2017, 15:10 WIB
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat memberikan kata sambutan saat peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Pola Pinang, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis (13/10). (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku tidak dapat menghadiri penetapan gubernur dan wakil gubernur terpilih yang berlangsung siang ini. Alasannya, Djarot harus menghadiri acara pembukaan Musyawarah Kerja Nasional 1 Himpunan Pengusaha Nadliyin bersama Presiden Jokowi.

"Saya ada acara di Ciganjur, Jakarta Selatan. Saya salat Jumat di sana. Enggak bisa datang, apa pun hasilnya harus kita terima dengan baik," ucap Djarot di Jakarta Islamic Center (JIC), Jakarta Utara, Jumat (5/5/2017).

Namun, dia menegaskan, terdapat tim perwakilan dari Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok - Djarot yang akan hadir dalam acara tersebut.

Mantan Wali Kota Blitar ini berharap ke depannya di Ibu Kota ataupun daerah lainnya tidak ada lagi isu-isu agama dipakai sebagai urusan politik.

"Jangan ada lagi politisasi masjid untuk urusan pemilihan kepala daerah (pilkada). Sebab, saya tidak akan menggadaikan ideologi dan agama untuk kepentingan dan menguasai sebuah kekuasaan," ujar Djarot.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah menetapkan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih periode 2017-2022 Anies Baswedan - Sandiaga Uno. Pasangan tersebut mengalahkan Ahok - Djarot di Pilkada DKI 2017.

Sebelumnya, KPU DKI Jakarta telah menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada DKI 2017 di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Sabtu, 29 April 2017. Penghitungan tersebut dipimpin langsung Ketua KPU DKI Sumarno beserta komisioner ,KPU lainnya.

Dari penghitungan tingkat provinsi, pasangan Anies dan Sandiaga berhasil mengungguli pasangan Ahok dan Djarot. Pasangan Ahok-Djarot memperoleh 2.350.366 suara atau sekitar 42,04 persen, sedangkan Anies-Sandi 3.240.987 suara atau sekitar 57,96 persen.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya