Tren Seks ini Berbahaya dan Bisa Berakhir di Penjara

Tren seks terbaru ini cukup berbahaya dan dikenal dengan stealthing.

oleh Melly Febrida diperbarui 27 Apr 2017, 01:00 WIB
Ilustrasi Hubungan Seks (iStockphoto)

 

Liputan6.com, Jakarta Tren seks kini semakin beragam. Tren seks terbaru ini cukup berbahaya dan dikenal dengan stealthing. Orang jarang membicarakannya tapi perlu mengetahuinya. Seperti apa trennya?

Alexandra Brodsky, dari Yale Law School, mengatakan, tren stealthing ini berupa pria melepas kondom di pertengahan jalan hubungan seksual berlangsung, dan pasangannya tidak mengetahuinya.

Brodsky menegaskan, melepas kondom secara rahasia mengubah seks konsensual menjadi tindakan non-konsensual. Menurutnya, cara tersebut sebagai bentuk serangan seksual yang menjadi tren dalam Columbia Journal of Gender and Law.

"Melepaskan kondom menghadapkan korban pada risiko fisik kehamilan dan penyakit," Brodsky menulis di koran seperti dikutip dari Dailystar, Rabu (26/4/2017).

Ada forum online pria yang secara terbuka mendiskusikan kiat-kiat tersembunyi dan berbagi tentang cara memastikan pasangan tidak tahu.

Pada Januari, pengadilan Swiss memvonis seorang pria melakukan pemerkosaan setelah melepas kondom di pertengahan jalan hubungan seksual tanpa memberi tahu pasangan seksualnya.

Menurut NHS, infeksi menular seksual dapat ditularkan melalui hubungan seks tanpa kondom dan berisiko kehamilan yang tidak direncanakan.

"Infeksi bisa ditularkan meski penis tidak masuk sepenuhnya ke dalam vagina atau pria tersebut tidak ejakulasi. Ini karena infeksi bisa hadir dalam cairan pra-ejakulasi. Bahkan menyisipkan penis yang dangkal ke dalam vagina (terkadang disebut mencelupkan) berisiko bagi kedua pasangan. Menggunakan kondom bisa membantu melindungi dari infeksi," tulis NHS di situsnya.

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya