Belajar Mengatasi Minder dengan Menangkis Komentar Orang Lain

Aline Adita, Intan Erlita, Nadia Mulya, dan Rahmah Umayya berbagi tips mengatasi minder dan mengubahnya jadi percaya diri

oleh Novi Nadya diperbarui 22 Apr 2017, 10:38 WIB
Aline Adita, Intan Erlita, Nadia Mulya, dan Rahmah Umayya meluncurkan buku Minder... Done That! tepat di Hari Kartini 2017 (Foto: Dok. Pribadi)

Liputan6.com, Jakarta Pernah merasakan minder? Hal itu normal dan hampir dialami semua orang, termasuk orang sukses sekali pun. Siapa sangka jika keempat wanita yang terlihat selalu percaya diri menjalani profesinya pernah minder juga.

Sebab itu Aline Adita, Intan Erlita, Nadia Mulya, dan Rahmah Umayya meluncurkan buku Minder... Done That! yang terinspirasi dari pengalaman pribadi penulis.

Berbagai kisah paling pribadi pun dibongkar Aline, Intan, Nadia, dan Rahmah yang dulunya pernah gagu, menangis karena minder yang mengikis rasa percaya diri. Namun jika melihat mereka sebagai sosok sekarang, patut dicoba berbagai kiatnya.

Kiat yang dimaksud ada berbagai macam. Salah satunya dengan latihan "menangkis" komentar orang lain. Sehingga kalau ada celaan atau hal yang bisa bikin drop rasa percaya diri, kita bisa lebih santai menghadapinya dengan candaan," tutur Rahmah Umayya dalam peluncuran tepat di Hari Kartini, (21/4/2017) di Galeries Lafayette, Pacific Place, Jakarta Selatan.

Mereka juga meyakini jika minder bukan suatu penyakit atau sifat, karena bisa diubah. Yang penting memang memutuskan untuk berubah dan meng-upgrade diri sendiri.

"Terutama pada anak-anak muda yang masih mencari jati diri dan terhimpit peer pressure dan desakan media sosial. Sehingga kalau ada yang tanya "Pernah minder?" bisa menjawab "Been there, done, that," sambung Aline.

Bertepatan di Hari Kartini, keempatnya juga merilis buku kumpulan kutipan perempuan inspiratif berjudul #KartiniMasaKini. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pembaca dalam setiap momen kehidupan.

"Peggunaan tagar pada judul #KartiniMasaKini, menunjukkan jika 113 tahun kemudian, pemikiran Kartini yang visioner akan persamaan, kebebasan, otonomi serta kesetaraan tetap signifikan seiring perkembangan zaman, tambah Intan Erlita.

 

 

 

 

 

 

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya