MUI Keluarkan Kajian dan Deklarasi Ekonomi Umat

Kongres Ekonomi Umat Islam MUI telah menghasilkan deklarasi dan rekomendasi yang akan diajukan ke pemerintah.

oleh Pebrianto Eko Wicaksono diperbarui 24 Apr 2017, 13:21 WIB
Ilustrasi pembangunan Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Kongres Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menghasilkan deklarasi dan rekomendasi. Hal tersebut akan diajukan ke pemerintah untuk dipertimbangkan.

"Setelah tiga hari umat dari seluruh Indonesia berproses dalam kongres. Ada beberapa hal yang di deklarasikan," kata Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat‎, Asrul Tanjung, saat menghadiri penutupan kongres, di Hotel Grand Sahid Jakarta, Senin (24/4/2017).

Asrul menyebutkan, deklarasi pertama adalah sistem ekonomi nasional yang adil, merata, dan mandiri dalam mengatasi kesenjangan ekonomi.

Kedua, mempercepat redistribusi dan optimalisasi sumber daya alam secara arif dan keberlanjutan. Ketiga, memperkuat sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing tinggi berbasis keunggulan IPTEK, inovasi, dan kewirausahaan.

"Memperkuat sumber daya manusia bertujuan biar redistribusi tidak gagal karena ada perbaikan sistem," ujar Asrul.

Asrul melanjutkan, poin deklarasi keempat yaitu menggerakkan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi pelaku usaha utama ekonomi nasional. Kelima, mewujudkan mitra sejajar usaha besar dengan Koperasi, UMKM dalam sistem produksi dan pasar terintegrasi.

Asrul menyebutkan poin deklarasi berikutnya mengutamakan ekonomi syariah dalam perekonomian nasional, tetap dalam bingkai Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Poin keenam, yaitu membentuk Komite Nasional Ekonomi Umat untuk mengawal Arus Baru Perekonomian Indonesia.

Selain melahirkan deklarasi, Kongres ini memiliki sasaran kajian dan rekomendasi aksi ekonomi umat. Rekomendasi tersebut di antaranya adalah, pembagian tugas dalam menghimpun pusat data dan kajian pemberdayaan ekonomi umat.

Distribusi dan kerja sama dalam berbagai kajian pemberdayaan ekonomi umat yang dikaitkan dengan isu-isu perkembangan lingkungan bisnis, baik internal maupun eksternal, nasional, maupun global.

"Rekomendasi berikutnya adalah tersusunnya rekomendasi langkah aksi ekonomi umat yang dapat dilaksanakan secara sinergis sebagai upaya nyata pemberdayaan ekonomi umat," tutur Asrul.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya