Dua Sentimen Ini Dorong Kenaikan Harga Emas

Harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi US$ 1.284,62 per ounce.

oleh Arthur Gideon diperbarui 22 Apr 2017, 07:12 WIB
Ilustrasi Logam Mulia (iStockphoto)

Liputan6.com, New York - Harga emas merangkak naik pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi waktu Jakarta). Investor menunggu hasil putaran pertama pemilihan umum Prancis dan pengumuman perubahan kebijakan pajak di Amerika Serikat (AS).

Mengutip Nasdaq.com, Sabtu (22/4/2017), harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi US$ 1.284,62 per ounce. Sedangkan harga emas di pasar berjangka naik 0,4 persen menjadi US$ 1.289,10 per ounce.

"Para pelaku pasar menunggu berita besar dari Prancis yang akan keluar pada akhir pekan ini," jelas analis komoditas dari Mitsubishi Jonathan Butler.

Lima calon bertarung memperebutkan suara rakyat pada pemilu Prancis kali ini. Kelima calon yang betarung tersebut adalah Francois Fillon, Benoit Hamon, Marine Le Pen, Emmanuel Macron dan Jean-Luc Melenchon.

Dalam beberapa jajak pendapat Emmanuel Macron menjadi favorit pilihan masyarakat Prancis. Tetapi di luar itu, Jean-Luc Melenchon juga memiliki suara yang cukup besar.

Belum adanya sinyal yang jelas mengenai hasil pemilihan umum Prancis ini membuat pelaku pasar membeli aset-aset safe haven termasuk di dalamnya adalah emas. Oleh karena itu, karena permintaan naik maka harga emas juga terdorong.

Selain itu, pelaku pasar juga sedang menunggu rencana reformasi perpajakan yang akan dijalankan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pemerintah AS ,mengungkapkan akan mengeluarkan detail dari kebijakan tersebut pada rabu pekan depan.

Sebelumnya, Ketegangan antara AS dan Korea Utara juga menjadi sentimen di pasar yang mampu mendorong kenaikan harga emas. (Gdn/Ndw)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya