Harga Ikan di Muara Angke Melonjak

Akibat badai dan banjir, harga ikan di Tempat Penjualan Ikan Muara Angke, Jakarta Utara, melonjak rata-rata hingga Rp 3.000. Harga ikan diperkirakan normal lagi dalam beberapa pekan mendatang.

oleh Liputan6Diterbitkan 18 Februari 2002, 15:37 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Tak menentunya situasi angin di Laut Jawa, sejak satu bulan terakhir mengakibatkan harga ikan di Tempat Penjualan Ikan Muara Angke, Jakarta Utara, melonjak rata-rata Rp 3.000 per kilogramnya. Demikian pemantauan SCTV di lokasi tersebut, baru-baru ini.

Melonjaknya harga ikan diakui sejumlah pedagang. Menurut mereka, penyebabnya lantaran berkurangnya pasokan ikan dari para nelayan. Soalnya, belakangan ini para nelayan jarang melaut. Dan sebagian besar nelayan lebih memilih menunda aktivitas. Terutama menghindari kemungkinan datangnya badai yang berbahaya bagi aktivitas mereka di laut.

Di sisi lain, mereka menambahkan, naiknya harga ikan juga dipengaruhi bencana banjir. Misalnya, tersendatnya pasokan es ke Muara Angke. Dengan demikian, es yang dibutuhkan untuk mengawetkan ikan menjadi langka.

Situasi seperti itulah yang mengakibatkan harga ikan naik. Ikan bawal putih, misalnya. Biasanya dijual dengan harga Rp 33.000 per kilogramnya, namun dua pekan terakhir melambung menjadi Rp 35.000. Begitu pula harga ikan tenggiri meningkat dari Rp 22.000 menjadi Rp 25.000 per kilogramnya. Sedangkan harga udang sekitar Rp 35.000. Sementara ikan tongkol besar yang biasanya dilepas seharga Rp 5.000 melonjak hingga Rp 8.000 per kilogramnya.

Maka, mau tak mau perdagangan ikan menjadi sepi. Para pedagang mengakui, sepinya perdagangan karena naiknya harga ikan. Namun, mereka optimistis memperkirakan dalam beberapa pekan mendatang harga ikan tersebut diperkirakan mulai menurun karena meredanya badai angin di laut.(ANS/Christiyanto dan Yuli Sasmito)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya