12 Tahun Vakum, Negara Bagian Arkansas Gelar Eksekusi Mati

Tahanan yang pertama dieksekusi adalah Ledell Lee. Ia dijatuhkan hukuman mati setelah membunuh tetangganya Derbra Resee 20 tahun lalu.

oleh Arie Mega Prastiwi diperbarui 21 Apr 2017, 18:40 WIB
12 Tahun Vakum, Negara Bagian Arkansas Gelar Eksekusi Mati (Benjamin Krain/The Arkansas Democrat-Gazette via AP, File)

Liputan6.com, Arkansas - Pengadilan negara bagian Arkansas, Amerika Serikat dikritik karena dianggap terlalu cepat menggelar eksekusi mati. Pada Kamis malam, mereka melakukan eksekusi mati perdana setelah lebih dari 12 tahun.

Mereka menggunakan suntikan berisi racun mematikan yang selama ini menjadi perdebatan. Hal itu terjadi karena pengadilan negara bagian menyegerakan mengeksekusi tiga orang tahanan sebelum jangka waktu obat-obatan yang digunakan habis pada 30 April 2017.

Tahanan yang pertama dieksekusi adalah Ledell Lee. Ia dijatuhkan hukuman mati setelah membunuh tetangganya Derbra Resee lebih dari 20 tahun lalu. Pria itu tewas di tangan algojo pada pukul 23.56 waktu setempat di rumah tahanan Cummins Unit. Demikian seperti dikutip dari New York Times, pada Jumat (21/4/2017).

Lee menerima suntikan dengan tiga zat kimia mematikan, yaitu midazolam yang membuat tak sadarkan diri, suntikan kedua mengandung vecuronium bromide untuk menghentikan nafasnya dan yang terakhir adalah potassium chloride, ini yang membuat jantungnya berhenti berdetak.

Pejabat negara bagian memulai eksekusi pukul 23.44 setelah Lee meminta komuni kudus dibanding permintaan makanan terakhir. Pria itu juga menolak mengeluarkan pernyataan terakhirnya. Namun, dalam wawancara dengan BBC baru-baru ini ia bersikeras tak membunuh Debra dan menanti eksekusi hukuman mati membuatnya seperti 'hidup dalam mimpi buruk'.

"Gubernur tahu bahwa hal penting telah terjadi," kata J. R Davis Juru bicara Gubernur Asa Hutchinson. "Keadilan telah berlangsung."

Reporter Associated Press, Sean Murphy, yang menjadi saksi eksekusi megatakan Lee terlihat biasa-biasa saja saat menghadapi eksekusi mati.

Dua tahanan lainnya yang kini menanti ajal pada Kamis 20 April diberi waktu tambahan untuk melakukan cek DNA. Pengacara mereka mengatakan pengecekan itu bisa membuktikan mereka tak bersalah.

Napi bernama Stacey Johnson didakwa telah membunuh Carol Heath. Perempuan itu tewas dipukuli dan lehernya dipenggal pada tahun 1993.

Seperti kebanyakan negara bagian AS lainnya yang masih menerapkan hukuman mati, Arkansas telah berusaha mati-matian untuk mencari obat-obatan untuk melakukan eksekusi. Eksekusi terakhir terjadi pada 2005 lalu.

Sementara ada lima tahanan dengan hukuman mati lainnya yang kini menunggu giliran untuk dieksekusi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya