IHSG Berpeluang Menguat, Simak Saham Pilihan Ini

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi naik dengan kisaran 5.576-5.705 pada Jumat pekan ini.

oleh Agustina Melani diperbarui 21 Apr 2017, 07:15 WIB
Ilustrasi IHSG

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang naik pada perdagangan saham Jumat pekan ini. Aliran dana investor asing yang masuk ke pasar saham akan berdampak ke laju IHSG.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan pergerakan IHSG masih menunjukkan pola penguatan meski terbatas. Hal itu asal ditopang dari level support yang masih terjaga dan aliran dana investor asing yang masih terus berlangsung.

“IHSG masih terlihat dalam jalur penguatan. IHSG akan bergerak di kisaran 5.576-5.705 pada Jumat pekan ini,” ujar William dalam ulasannya, Jumat (21/4/2017).

Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan IHSG akan berpeluang menuju ke level support 5.584-5.572 pada Jumat pekan ini. “Secara teknikal ada potensi penurunan laju IHSG,” kata dia.

Hal senada dikatakan Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi. Ia menuturkan IHSG masih akan bervariasi dengan kecenderungan tertekan. IHSG akan bergerak di kisaran 5.581-5.616.

Kepala Riset PT Bahana Securities Harry Su menilai, fundamental ekonomi Indonesia masih kuat maka mendorong kinerja korporasi akan lebih baik pada kuartal I 2017. Laba operasional korporasi akan naik 15 persen secara tahunan dibandingkan kuartal I 2016. Laba bersih diperkirakan naik hingga 19 persen secara tahunan sehingga pasar Indonesia menjadi yang terkuat di kawasan.

Untuk rekomendasi saham, Lanjar memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) untuk dicermati pelaku pasar.

Sedangkan William memilih saham BBNI, PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Pada perdagangan saham kemarin, IHSG melemah 11,21 poin atau 0,20 persen ke level 5.595. Nilai transaksi harian saham tercatat Rp 8,7 triliun dengan aksi beli investor asing tercatat Rp 1,3 triliun.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya