Haruskah Katakan Selamat Tinggal pada Street Food Bangkok?

Setelah Bangkok ditetapkan sebagai kota dengan street food terbaik, pemerintah Thailand justru melarang warganya berjualan makanan di jalan.

oleh Unoviana Kartika Setia diperbarui 25 Apr 2017, 12:00 WIB
Suasana Street Food di Kota Bangkok (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Kelezatan makanan jalanan alias street food Kota Bangkok memang sudah terkenal. Bahkan sekitar bulan lalu, Bangkok ditetapkan sebagai destinasi wisata terbaik untuk street food.

Namun, Pemerintah Thailand justru mengeluarkan peraturan yang melarang pengusaha makanan untuk berjualan di jalan. Makanan tidak boleh lagi dijual di jalan, sehingga tidak ada lagi street food.

Seperti yang diberitakan laman Time, Selasa (25/4/2017), Bangkok Metropolitan Administration (BMA) mengatakan, hal ini berkenaan dengan keamanan dan kebersihan. Maka pada akhir tahun ini, pengusaha makanan dilarang berjualan di jalanan di Bangkok.

Selanjutnya, area yang ditargetkan untuk dibersihkan adalah Yaowarat dan Khao San Road. Dua area yang sangat terkenal dengan street food-nya.

"BMA sedang bekerja untuk membersihkan 50 area di Bangkok yang dipenuhi oleh pedagang makanan. Hal ini untuk mengembalikan fungsi trotoar dan hak pejalan kaki. Para pedagang telah menguasai area trotoar terlalu banyak daripada produk yang dijual di pasar resmi," ujar Wanlop Suwandee, ketua penasihat pemerintah Bangkok.

Sebelumnya CNN telah menentukan Bangkok sebagai tempat dengan street food terbaik di dunia. Bahkan kota tersebut telah menempati posisi terhormat itu untuk kedua kalinya. Akankah peraturan baru ini menghancurkan citra Bangkok sebagai kota dengan street food terbaik di dunia?

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya