Go-Jek Cari Pendanaan Baru Rp 13 Triliun

Dana tersebut akan Go-Jek gunakan sebagai 'amunisi' untuk bersaing dengan dua kompetitor utamanya: Uber dan Grab.

oleh M Hidayat diperbarui 18 Apr 2017, 09:50 WIB
Logo Go-Jek di Markas Go-Jek di Kemang, Jakarta. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Liputan6.com, Jakarta - Startup penyedia layanan on-demand Go-Jek dilaporkan tengah mencari pendanaan baru senilai US$ 1 miliar atau sekira Rp 13 triliun.

Mengutip laporan Wall Street Journal, Selasa (18/4/2017), menurut sejumlah sumber, dana tersebut akan Go-Jek gunakan sebagai 'amunisi' untuk bersaing dengan dua kompetitor utamanya Uber dan Grab. Salah seorang sumber mengatakan, batch pertama putaran pendanaan tersebut akan berakhir bulan ini.

Dengan pendanaan tersebut, maka valuasi pre-money--valuasi sebuah perusahaan sebelum pendanaan baru dari investor disertakan--Go-Jek menjadi US$ 2 miliar atau sekitar Rp 26 triliun.

Diwartakan sebelumnya, Go-Jek mengantongi pendanaan sekitar US$ 550 juta (sekitar Rp 7,2 triliun) pada Agustus 2016 lalu, yang dipimpin oleh KKR, Warburg Pincus, Farallon Capital, Capital Group Private Markets, pemegang saham Go-Jek saat ini, serta sejumlah investor internasional lainnya.

Pemegang saham tersebut antara lain Sequoia India, Northstar Group, DST Global, NSI Ventures, Rakuten Ventures, dan Formation Group.

Belum lama ini, Go-Jek mengumumkan kemitraan dengan PT Liga Indonesia Baru. Melalui kemitraan ini, Go-Jek akan menjadi title sponsor Liga 1, yang merupakan liga profesional level teratas di Indonesia untuk musim pertandingan 2017. 

Beberapa layanan Go-Jek yang akan mendukung penyelenggaraan Liga 1 adalah Go-Pay sebagai mitra pembayaran, Go-Ride dan Go-Car sebagai mitra transportasi, dan Go-Tix sebagai mitra resmi penjual tiket pertandingan.

(Why/Cas)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya