IHSG Masuk Zona Hijau di Awal Pekan

Ada sebanyak 90 saham naik sehingga mendorong IHSG ke zona hijau.

oleh Nurmayanti diperbarui 17 Apr 2017, 09:17 WIB
Pekerja melintas di bawah layar indeks saham gabungan di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada awal sesi perdagangan di awal pekan ini.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Senin (17/4/2017), IHSG naik 8,07 poin atau 0,14 persen ke level 5.624,6. Pada pembukaan perdagangan saham pukul 09.00 WIB, IHSG tetap menguat 1,96 poin atau 0,04 persen ke level 5.618,7.

Ada sebanyak 90 saham naik sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 77 saham diam di tempat. Selain itu, 53 saham melemah di awal sesi. Pada pagi ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.631,5 dan terendah 5.617,7.

Total frekuensi perdagangan 7.517 kali dengan volume perdagangan 405,8 juta saham. Nilai transaksi harian Rp 697,5 miliar. Di pasar reguler, investor asing melakukan aksi jual mencapai Rp 29,5 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran Rp 13.252.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau. Seperti sektor aneka industri naik 0,51 persen, diikuti pertambangan menguat 0,47 persen dan manufaktur sebesar 0,22 persen.

Adapun sektor saham yang melemah antara lain keuangan sebesar 0,23 persen dan konstruksi turun 0,08 persen.

Saham-saham yang catatkan penguatan antara lain saham STAR naik 10,26 persen ke level Rp 86 per saham, saham TMPO mendaki 7,86 persen ke level Rp 151 per saham, dan saham BGTG menguat 6,82 persen ke level Rp 94 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham BINA turun 5,24 persen ke level Rp 1.085 per saham, saham SDPC merosot 4,41 persen ke level Rp 130 per saham., dan saham BBYB tergelincir 3,85 persen ke level Rp 350 per saham.

Sebelumnya, analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan IHSG masih terlihat memiliki kemampuan naik cukup besar didorong dari aliran dana investor asing yang masih terus berlangsung masuk ke pasar saham Indonesia.

Ini tentu menunjukkan tingkat kepercayaan investor yang masih cukup tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Namun, bila terjadi koreksi wajar, William menuturkan dapat dimanfaatkan sebagai momentum akumulasi beli dengan pola investasi jangka panjang.

“IHSG akan bergerak di kisaran 5.602-5.693 pada Senin pekan ini,” ujar William dalam ulasannya.

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya