Sunderland Vs MU: Laga Beraroma Dendam

Saat ini adalah waktu yang tepat untuk pemain MU membalas dendam kepada suporter Sunderland.

oleh Raden Arya Prasetya diperbarui 09 Apr 2017, 10:45 WIB
Saat ini adalah waktu yang tepat untuk pemain MU membalas dendam kepada suporter Sunderland. (Reuters/Lee Smith)

Liputan6.com, Sunderland - Manchester United (MU) ingin menghindari hasil imbang yang ketiga kalinya secara beruntun di Liga Primer Inggris saat dijamu Sunderland di Stadium of Light, Minggu (9/4). Setan Merah membutuhkan poin penuh untuk merangsek ke zona Liga Champions.

Hanya, bagi beberapa pemain yang telah berseragam MU di bawah musim 2011/12, laga kali ini lebih dari sekadar tiga poin. Tetapi juga kesempatan bagus untuk revans kepada suporter Sunderland.

Pada musim itu, MU dan tetangga sekota mereka, Manchester City terlibat persaingan sengit menuju gelar juara sampai akhir musim. Perebutan trofi pun harus dijalani hingga akhir musim.

Sampai akhirnya, MU menghadapi Sunderland dalam laga tandang, City melawan Queens Park Rangers pada pekan ke-38. MU harus menang untuk menjadi juara, dengan catatan City gagal meraih kemenangan atas QPR. Sedangkan City, mutlak harus memenangi laga untuk mengangkat trofi.

MU sendiri mampu tampil maksimal dengan mengalahkan Sunderland 1-0. Hanya, gol Sergio Aguero pada akhir laga memupuskan ambisi United untuk meraih gelar ke-20 pada musim itu. Karena, City menang dramatis 3-2, dan menjadi juara dengan unggul selisih gol.

Komentar Carrick

Kekalahan dramatis MU itu pun mendapat “sambutan” dari suporter Sunderland. Wayne Rooney dan kawan-kawan diejek oleh penonton tuan rumah.

Saat ini adalah waktu yang tepat untuk pemain MU membalas dendam kepada suporter Sunderland. Kemenangan yang diraih di Stadium of Light bisa semakin menenggelamkan The Black Cats di jurang degradasi.

Meski berada di waktu yang tepat, tetapi gelandang senior MU, Michael Carrick, merasa tidak memiliki ambisi untuk balas dendam. Carrick mengaku telah melupakan apa yang terjadi pada lima tahun silam itu. Carrick menilai hal tersebut wajar dalam sepak bola.

“Dalam beberapa hal dapat memacu Anda (balas dendam). Tetapi, pada saat yang sama, itu permainan yang sama sekali berbeda. Pada pertandingan nanti, itu dua tim yang berbeda, dua manajer yang berbeda, dan situasi yang berbeda sama sekali,” kata Carrick.

Prakiraan pemain

Foto dok. Liputan6.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya