5 Mitos Baterai Smartphone yang Harus Anda Lupakan

Berikut ini lima mitos salah paling umum berkaitan dengan baterai smartphone

oleh Sulung Lahitani diperbarui 09 Apr 2017, 13:10 WIB
Baterai smartphone lama terisi (androipit.com)

Liputan6.com, Jakarta - Teknologi baterai yang digunakan oleh sebagian besar smartphone saat ini tidak mengalami banyak perubahan dalam beberapa dekade terakhir. Akan tetapi pengetahuan dasar tentang bagaimana cara merawat baterai agar senantiasa awet atau setidaknya tidak gampang rusak, ternyata masih belum banyak diketahui orang. Selain mitos-mitos umum yang beredar, yang membuat masyarakat awam semakin tidak mengerti bagaimana merawat baterai dengan baik dan benar.

Berikut ini lima mitos salah paling umum berkaitan dengan baterai smartphone yang perlu dilenyapkan agar tidak ada lagi kesimpangsiuran informasi yang beredar di masyarakat, langsung dari para ahli baterai terkemuka di dunia:

1. Baterai Smartphone Dibuat Agar Awet Selamanya (Mitos)

Faktanya: Baterai jenis lithium-ion yang ditemukan pada banyak smartphone saat ini hanya bisa mengisi setidaknya 80% dari jumlah kapasitas semestinya untuk sekitar 300 sampai 500 siklus charge penuh. Rentang ini terbilang cukup lumayan lama. Bagi pengguna berat yang suka main game atau internetan tanpa batas, masa pakai baterai kurang lebih sekitar satu tahun sebelum baterai tersebut menjadi aus. Namun bagi kebanyakan user biasa, masa pakai baterai bisa mencapai dua tahun lebih sebelum akhirnya menunjukkan gejala-gejala keausan.

“Baterai memang dibuat secara bulit-in usang pada waktunya”, kata Isidor Burchmann, CEO Cadex Electronics dan website pendidikan Battery University. “baterai yang masih bagus tidak akan habis semalaman, tetapi perlahan-lahan akan memudar tanpa banyak orang mengetahuinya”, lanjut Burchmann.

2. Tidak Jadi Masalah Kapan dan Berapa Lama Orang Mengisi Baterai Smartphonenya (Mitos)

Faktanya: Jika Anda tidak terlalu sering menggunakan ponsel atau meng-upgrade setiap kali ada model baru yang keluar, walau bagaimanapun baterai smartphone tetap harus diisi dan jangan keseringan membiarkan kapasitas baterai sampai kosong total (0 persen). “Itu sangat buruk”, kata Carl Howe mantan analis mobile dan kepala Think Big Analytics. “Aturan praktisnya: Agar baterai smartphone Anda bisa lebih tahan lama, isilah sampai batas 80% dan isi ulang saat kapasitas turun mencapai 20% untuk menghindari penekanan sistem”, imbuh Carl Howe.

Selengkapnya, baca langsung di sini

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya