3 Jebolan Liga Indonesia yang Ditangkap Akibat Pengaturan Skor

Mantan pemain Persija, Alan Aciar ditangkap karena dugaan pengaturan skor.

oleh Marco TampubolonDiterbitkan 07 April 2017, 14:30 WIB
Eks bek Persija, Alan Aciar, jadi satu dari tiga pemain yang ditangkap dan ditahan Komisi Anti Korupsi Malaysia atas dugaan terlibat match fixing. (Bola.com/Fourth Official)

Liputan6.com, Jakarta Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) menangkap tiga pelaku pengaturan skor pada Liga Premier Malaysia. Salah satu di antaranya merupakan pemain asal Argentina, Alan Aciar

Penangkapan Alan Aciar secara tidak langsung juga ikut mencoreng sepak bola Malaysia. Pasalnya, pemain berusia 29 tahun itu sempat memperkuat tim Persija Jakarta.

Aciar direkrut Macan Kemayoran menghadapi Liga Super Indonesia (ISL) 2015. Namun saat itu dia batal tampil di liga resmi karena kisruh yang melanda sepak bola Indonesia. Meski demikian, Aciar sempat memperkuat Persija saat tampil di Piala Presiden 2015. 

Skandal pengaturan skor sendiri sebenarnya sudah sering menyeruak di sepak bola Tanah Air. Namun jarang pihak yang terduga terlibat sampai ke jalur hukum. 

Namun kasus Alan Aciar telah menambah panjang jebolan Liga Indonesia yang ditangkap akibat pengaturan skor. Sebelumnya, kasus yang sama juga menimpa pemain Brasil yang sempat malang-melintang di kompetisi sepak bola Tanah Air, Marcio Souza. 

Pemain ini ditangkap di kampung halamannya karena tuduhan yang sama. Dia merupakan kaki tangan bandar judi internasional. Tugasnya mendekati para pemain. Souza ditangkap tanpa perlawanan setelah menjadi target operasi kepolisian di sana. 

Di Tanah Air, penangkapan pelaku pengaturan skor juga sempat terjadi pada tahun 2015. Johan Ibo yang tidak lain merupakan sadara mantan bek timnas, Andri Ibo, ditangkap saat hendak menyuap para pemain Pusmania Borneo FC (PBFC) yang akan menghadapi Persebaya Surabaya pada lanjutan QNB League. Ibo sempat digelandang ke kantor Polrestabes Surabaya, tapi akhirnya dilepaskan beberapa hari kemudian. 

 

Simak kisah ketiga pemain tersebut di halaman berikut. 


Alan Aciar

Pesepakbola Persija asal Argentina, Alan Aciar melakukan pemanasan dan mengikuti latihan bersama di Markas Yon Zikon 14, Jakarta, Senin (24/8/2015). Persija kembali berlatih untuk menghadapi turnamen Piala Presiden 2015. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Alan Aciar lahir di Buenos Aires, Argentina, 26 Februari 1988. Karier sepak bola profesionalnya tidak mentereng sama sekali. Dia datang ke Indonesia tahun 2015.

Saat itu, Aciar direkrut oleh Persija Jakarta untuk tampil di Liga Super Indonesia (ISL) 2015. Namun belum sempat dia merumput, kompetisi ini sudah berhenti akibat konflik yang melibatkan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan pemerintah.

Lanjut Baca:

Akibat kisruh ini, gaji Aciar di Persija sempat tidak dibayar. Namun dia tetap setia dan kembali memperkuat Persija saat Piala Presiden, turnamen yang digelar untuk mengisi kekosongan pada tahun yang sama. Bersama Persija, Aciar hanya tampil 2 kali. Awal 2017, Aciar memutuskan pindah ke Malaysia dan bergabung dengan MISC-MIFA, tim yang berlaga di Liga Primer Malaysia--kasta kedua kompetisi Malaysia. Namun bukannya mengukir prestasi, Aciar justru terlibat pengaturan skor. Dia ditangkap Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) bersama dua pemain asal Malaysia, kiper Mohd Khairul Izzuwan Saari (26 tahun), dan bek S. Harivarman (27 tahun). Ketiga pemain MIFA itu menerima uang dari bandar judi untuk mengatur skor pertandingan. Berdasarkan laporan MACC, ketiga pemain itu menerima jumlah uang yang bervariasi. Mulai dari 10 ribu sampai 30 ribu ringgit atau setara Rp 30 juta sampai Rp 90 juta. Tiga pemain itu diserahkan ke Pengadilan di Putrajaya. Mereka ditahan selama tujuh hari selama masa pemeriksaan. Tapi, perpanjangan masa penahanan dapat dilakukan bila diperlukan. (Baca: Mantan Bek Persija Ditangkap karena Kasus Match Fixing).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya