Presiden Prancis Berharap Indonesia Punya 15 Ribu Bioskop

Kunjungan Hollande ke RI dinilai bersejarah karena pertama kalinya presiden Prancis melawat ke Tanah Air dalam 31 tahun terakhir.

oleh Andreas Gerry Tuwo diperbarui 29 Mar 2017, 18:17 WIB
Presiden Prancis Francois Hollande saat berpidato di Hotel Harris Versa, di bilangan Harmoni, Jakarta Pusat (Andreas Gerry Tuwo/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Prancis merupakan salah satu negara yang maju dalam bidang perfilman. Karenanya, Presiden Francois Hollande menginginkan kerja sama kreatif kedua negara juga termasuk di bidang sinematik.

Presiden Hollande, dalam acara pengesahan kerja sama Indonesia-Prancis di bidang industri kreatif, berharap film Prancis bisa masuk ke bioskop komersial Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, dia juga berpendapat, bioskop di Indonesia terlalu sedikit.

"Ada 1.200 bioskop di seluruh Indonesia, itu terlalu sedikit," katanya dalam pidato di Hotel Harris Versa, di bilangan Harmoni, Jakarta Pusat, Rabu, (29/3/2017).

Meskipun direncanakan akan ditambah sekitar 10 ribu bioskop lagi, Hollande masih merasa jumlah tersebut kurang.

Ia berharap ada 15.000 bioskop di seluruh Tanah Air, dan film Prancis bisa ikut menembus pasar perfilman Indonesia.

"Saya mendengar akan dibangun lagi 10 ribu bioskop di sini, namun bagi saya masih kurang. Saya mengharapkan ada 15 ribu bioskop di Indonesia yang juga bisa menampilkan film-film Prancis di sana," tukasnya.

Kunjungan Hollande ke Indonesia dinilai bersejarah karena pertama kalinya presiden Prancis melawat ke Indonesia dalam 31 tahun terakhir.

Keseriusan Hollande untuk menjalin kerja sama di bidang industri kreatif dengan Indonesia, termasuk perfilman, ditunjukkan dalam kunjungannya kali ini.

Ia memboyong serta Menteri Muda Digital dan Inovasi Prancis untuk melakukan pengesahan kerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia. 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya