Liputan6.com, Jakarta: Senayan City sudah beroperasi normal, setelah muncul asap pada ducting di dapur salah satu tenant di lantai empat, Spageddies. "Tadi sempat terjadi asap di dapur salah satu gerai tenant. Namun dapat diatasi dengan baik oleh petugas gedung dan karyawan. Hal ini karena tiap unit di Senayan City telah kami lengkapi smoke detector, heat detector, dan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Di tiap lantai pun tersedia Fire Hydrant," jelas Handaka Santosa, CEO Senayan City, Ahad (8/8) [baca: Senayan City Dikosongkan, Asap di Lantai 4]
Handaka menjelaskan, saat ini situasi di Senayan City telah normal setelah kurang dari 30 menit terjadi kekhawatiran karyawan tenant dan pengunjung. Seluruh gerai juga telah beroperasi secara normal. Para pengunjung juga kembali beraktivitas seperti biasa. "Terimakasih atas kerjasama dan pengertian semua pihak. Kami akan terus berbenah dan meningkatkan pelayanan dan keamanan di Senayan City. Sehingga seluruh pengunjung merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke sini," kata Handaka [baca: Aktivitas Senayan City Kembali Normal]
Menurut Handaka, mengantisipasi berbagai kemungkinan situasi darurat yang dapat mengancam keselamatan pengunjung, Senayan City mempersiapkan berbagai prosedur penanganan standar (SOP) situasi darurat. Di antaranya dengan pemeliharaan dan pengecekan kelengkapan peralatan penunjang keselamatan hingga pelatihan pelaksanaan Prosedur Tanggap Darurat di Senayan City.
Beberapa kemungkinan situasi darurat yang patut diwaspadai, kata Handaka, di antaranya kebakaran, gempa bumi, ancaman bom, mati lampu, kebocoran air dan gas, dan situasi kecelakaan yang mengancam keselamatan pengunjung. Masing-masing situasi dihadapi dengan SOP yang berbeda. Untuk meningkatkan keahlian tim dalam menangani situasi darurat, berbagai pelatihan digelar secara rutin di Senayan City. Baik kepada karyawan management building, tim customer service, tenant relations, engineering, security dan parking, hingga housekeeping.
Handaka menambahkan, jenis pelatihan yang diberikan pun beraneka ragam. Mulai dari pelatihan penanganan pemadaman kebakaran, penggunaan APAR dan penanganan evakuasi yang digelar setiap tiga bulan. Lalu ada pula pelatihan evakuasi oleh floor warden setiap bulan dan pelatihan lainnya untuk menunjang keamanan, keselamatan dan kenyamanan pengunjung.(ULF)
Handaka menjelaskan, saat ini situasi di Senayan City telah normal setelah kurang dari 30 menit terjadi kekhawatiran karyawan tenant dan pengunjung. Seluruh gerai juga telah beroperasi secara normal. Para pengunjung juga kembali beraktivitas seperti biasa. "Terimakasih atas kerjasama dan pengertian semua pihak. Kami akan terus berbenah dan meningkatkan pelayanan dan keamanan di Senayan City. Sehingga seluruh pengunjung merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke sini," kata Handaka [baca: Aktivitas Senayan City Kembali Normal]
Menurut Handaka, mengantisipasi berbagai kemungkinan situasi darurat yang dapat mengancam keselamatan pengunjung, Senayan City mempersiapkan berbagai prosedur penanganan standar (SOP) situasi darurat. Di antaranya dengan pemeliharaan dan pengecekan kelengkapan peralatan penunjang keselamatan hingga pelatihan pelaksanaan Prosedur Tanggap Darurat di Senayan City.
Beberapa kemungkinan situasi darurat yang patut diwaspadai, kata Handaka, di antaranya kebakaran, gempa bumi, ancaman bom, mati lampu, kebocoran air dan gas, dan situasi kecelakaan yang mengancam keselamatan pengunjung. Masing-masing situasi dihadapi dengan SOP yang berbeda. Untuk meningkatkan keahlian tim dalam menangani situasi darurat, berbagai pelatihan digelar secara rutin di Senayan City. Baik kepada karyawan management building, tim customer service, tenant relations, engineering, security dan parking, hingga housekeeping.
Handaka menambahkan, jenis pelatihan yang diberikan pun beraneka ragam. Mulai dari pelatihan penanganan pemadaman kebakaran, penggunaan APAR dan penanganan evakuasi yang digelar setiap tiga bulan. Lalu ada pula pelatihan evakuasi oleh floor warden setiap bulan dan pelatihan lainnya untuk menunjang keamanan, keselamatan dan kenyamanan pengunjung.(ULF)