Keren, Seniman Ini Gunakan Tanah Liat untuk Melukis

Jika perupa umumnya menggunakan cat minyak, Daeng Beta seniman asal Sulsel lebih memilih menggunakan tanah liat untuk melukis.

oleh Akbar Muhibar diperbarui 23 Mar 2017, 12:18 WIB
Jika perupa umumnya menggunakan cat minyak, Daeng Beta seniman asal Sulsel lebih memilih menggunakan tanah liat untuk melukis. Foto: Akbar Muhibar/ Liputan6.com.

Liputan6.com, Jakarta Jika perupa umumnya menggunakan cat minyak untuk melukis, tidak dengan seniman yang satu ini. Daen Beta, seniman asal Sulawesi Selatan lebih memilih menggunakan tanah liat untuk menciptakan lukisan menawan. Beta menjadi pelukis satu-satunya di Indonesia bahkan di dunia yang menggunakan tanah liat sebagai pengganti cat minyak. Selama lebih dari 30 tahun sepanjang kariernya, meski hanya dengan tanah liat, lukisan hasil karyanya tetap tampak berwarna dan hidup. 

“Saya terinspirasi untuk melukis dengan tanah liat sudah sejak SMP, saat itu kertas gambar saya jatuh ke lumpur. Padahal kertas itu sudah saya jaga agar tidak basah dalam perjalanan. Ternyata, lumpur tersebut membuat siluet rumah tradisional Tongkonan di atasnya. Setelah itu saya mulai menggunakan tanah liat, sebagai cara saya melukis,” ujar seniman bernama lengkap Zainuddin Beta saat ditemui Liputan6.com, Senin (20/3/2017).

Lebih jauh dirinya menjelaskan, tanah yang digunakan untuk melukis harus terlebih dahulu dibersihkan dan disimpan selama tiga bulan untuk menghilangkan bau tanah. 

"Setelah baunya hilang, tanah juga menjadi lebih kental dan teksturnya lebih halus," kata Beta. 

Untuk mendapatkan tanah yang bagus, Daeng Beta bahkan harus mencari ke banyak kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan. Pengalaman yang didapatnya mengejutkan, ternyata tiap tanah di tiap kabupaten memiliki tingkat kegelapan yang berbeda. 

"Tanah liat dari Luwu memiliki warna yang terang, dan tanah liat dari Jeneponto memiliki warna gelap, sementara Toraja dan Bone memiliki warna yang sedang," ungkap Beta.

DaengBeta diklaim sebagai perupa pertama dan satu-satunya di dunia yang menggunakan tanah liat untuk melukis. Foto: Akbar Muhibar/ Liputan6.com.

Hasil karya Daeng Beta sendiri sudah banyak dimiliki kolektor lukisan di luar negeri. Bahkan University of California dan University of Wolongong Australia pernah mengklaim, lukisan hasil karya Daeng Beta merupakan lukisan pertama di dunia yang menggunakan tanah liat dalam proses produksinya.

Sebagai bentuk edukasi, Daeng Beta kerap memberikan workshop melukis kepada banyak orang. Dirinya merasa senang dapat berbagi ilmu kepada orang-orang yang ingin belajar melukis menggunakan tanah liat

“Seni merupakan sesuatu yang hadir dalam diri dengan sebuah rasa. Saya melihat seluruh karya siapa pun menjadi menarik dan saya menghargainya, jelek atau bagus itu hasil dari pemikiran dan gagasan yang ingin ia sampaikan pada orang banyak,” kata Daeng Beta menambahkan. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya