Aksi Beli Investor Asing Capai Rp 2,4 Triliun di Pasar Saham

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk jadi buruan investor asing pada Jumat pekan ini.

oleh Agustina Melani diperbarui 17 Mar 2017, 17:15 WIB
Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus level tertinggi pada perdagangan saham Jumat (17/3/2017). Hal itu juga didorong aksi beli investor asing di pasar saham yang cukup besar.

Berdasarkan data RTI, Jumat pekan ini, menguat 22,19 poin atau 0,40 persen ke level 5.540,43. Indeks saham LQ45 mendaki 0,52 persen ke level 922,89. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Ada sebanyak 157 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 151 saham melemah. 114 saham lainnya diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 5.557,97 dan terendah 5.499,38.

Tercatat aksi beli investor asing mencapai Rp 2,48 triliun di seluruh pasar. Pada perdagangan kemarin, investor asing mencatatkan aksi beli Rp 1,84 triliun. Total pembelian saham oleh investor asing mencapai Rp 4,32 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.339. Secara sektoral, investor asing masuk ke sektor saham keuangan dengan transaksi Rp 1,3 triliun, disusul ke sektor saham barang konsumsi esbesar Rp 388 miliar, dan sektor saham manufaktur tercatat Rp 360,6 miliar.

Menjelang akhir pekan ini, investor asing akumulasi saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Tercatat transaksi saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk mencapai Rp 960,4 miliar. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk naik 3,79 persen ke level Rp 13.000 per saham. Total frekuensi perdagangan 6.323 kali dengan nilai transaksi Rp 1,2 triliun. Selain itu, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Transaksi saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk mencapai Rp 142,6 miliar.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, aksi beli investor asing didorong sejumlah faktor. Pertama, bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve sudah memberikan kepastian dengan menaikkan suku bunga 0,25 persen menjadi 0,75 persen-1 persen.

Kedua, saat ini musim pembagian dividen sehingga menarik investor. Ketiga, William menuturkan ada kestabilan ekonomi sehingga dianggap menarik oleh investor. "Aksi beli investor asing akan berlanjut. Memang secara year to date sempat outflow (dana investor asing) tapi kini ada momentum hingga akhirnya juga membuat IHSG cetak rekor," tutur dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya