Penemuan Katak Menyala dalam Gelap Pertama di Dunia

Spesies katak tersebut ditemukan secara tidak sengaja di Amazon.

oleh Sulung Lahitani diperbarui 16 Mar 2017, 11:06 WIB
Spesies katak tersebut ditemukan secara tidak sengaja di Amazon.

Liputan6.com, Buenos Aires - Saat menyusuri hutan Amazon, para peneliti menemukan seekor katak neon pertama di dunia. Warna hijau di tubuh katak tersebut baru bercahaya bila berada di bawah sinar UV.

Katak itu kemudian katak pohon polkadot (Hypsiboas punctatus) biasanya berwarna hijau muda dengan bintik-bintik merah, putih, dan kuning. Katak ini banyak ditemukan di pinggiran sungai dan aliran air di Amazon.

Para ilmuwan yang menerbitkan penemuan mereka dalam Prosiding National Academy of Sciences mengaku penemuan itu terjadi secara tidak sengaja. Awalnya mereka sedang menyelidiki pigmen di kulit katak itu. Ketika katak disinari dengan sinar UV, ternyata kulit katak tersebut bercahaya.

Lebih jauh, para peneliti dari Bernardino Rivadavia Natural Sciences Museum di Buenos Aires, Argentina, mengidentifikasi tiga molekul yang memberi katak itu cahaya hijau yakni jaringan getah bening, kulit, dan sekresi kelenjar. Mereka menduga cahaya tersebut menjadi salah satu cara bagi katak pohon polkadot untuk berkomunikasi.

Foto dok. Liputan6.com

Melansir dari Iflscience, Kamis (16/03/2017), para peneliti menemukan bahwa cahaya dipancarkan setara dengan 18 persen dari bulan purnama atau 30 persen dari cahaya senja. Cahaya demikian cukup untuk dilihat bagi katak lainnya meski dari kejauhan.

Meski ini pertama kalinya ditemukan amfibi yang memancarkan cahaya, para peneliti menduga bahwa katak pohon polkadot bukanlah satu-satunya. Mereka memprediksi banyak spesies katak lain yang mungkin juga bersinar dalam gelap tanpa sepengetahuan manusia.

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya