Bapak 3 Anak Hilang Usai Pulang dari Pemakaman Keponakan

Istri bapak tiga anak itu menemukan rumah berantakan seiring hilangnya suami.

oleh Eka Hakim diperbarui 15 Mar 2017, 20:30 WIB
Istri bapak tiga anak itu menemukan rumah berantakan seiring hilangnya suami.

Liputan6.com, Gowa - Andi Haris (48), warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, hingga saat ini tak diketahui keberadaannya. Ia hilang misterius sejak Senin, 27 Maret 2017, sekitar pukul 12.00 Wita.

Istri Haris, Hafsah (47) mengatakan suaminya hingga hari ini tak ada kabar. Polisi bahkan dukun pun telah ia datangi untuk mencari keberadaan suaminya tersebut.

"Sudah 22 hari ini belum ada kabarnya," kata Hafsah kepada Liputan6.com, di rumah orangtuanya di Jalan Baji Pangasseng Kota Makassar, Selasa, 14 Maret 2017.

Hafsah yang memiliki tiga orang anak dari hasil pernikahannya dengan Haris itu mengungkapkan awalnya, suaminya masih berkumpul bersama keluarga di Jalan Baji Pangasseng menghadiri acara pemakaman keponakannya yang tertabrak motor.

"Suami saya (Haris) masih ada tanggal 25 Maret 2017. Dua hari setelah ia kembali ke rumah kontrakan di Kabupaten Gowa, sudah tak ada. Pakaian dalam kamar rumah kontrakan berhamburan," tutur Hafsah.

Menurut Hafsah, suaminya lebih dahulu pulang ke rumah kontrakan di Kabupaten Gowa. Setelah dua hari, ia baru menyusul suaminya tersebut. "Tiba di rumah, saya tak mendapati lagi suami saya dan pakaian rumah sudah berhamburan," kata Hafsah.

Terakhir, lanjut Hafsah, tetangga rumah kontrakannya melihat suaminya, Haris, meninggalkan rumah bersama seorang pria yang tidak dikenal menggunakan motor.

"Kata tetangga saya, dia melihat suami saya dijemput oleh seorang pria. Masing-masing mengendarai motor. Tak tahu mau ke mana, "kata Hafsah.

Hafsah mengaku sudah kelelahan mencari keberadaan suaminya yang hilang misterius tersebut. Nomor ponsel yang digunakan suaminya pun tak lagi terhubung saat coba dihubungi.

"Sampai detik ini handpone suami saya tak pernah aktif," ujar Hafsah.

Ia berharap laporannya ke Mapolres Gowa segera ditindaklanjuti agar keluarganya bisa tenang. "Tinggal itu harapan kami," kata Hafsah.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya