Presiden Jokowi: Produk Kreatif Lebih Menarik Konsumen

Presiden Jokowi menuturkan, Indonesia berniat untuk mengembangkan revolusi industri dan melihat masa depan investasi lebih baik.

oleh Ahmad Romadoni diperbarui 14 Mar 2017, 11:41 WIB
Presiden Jokowi

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi pembicara utama pada Indonesia-Korea Business Summit 2017. Di hadapan para pengusaha asal Korea Selatan, Jokowi tak ragu menampilkan produk unggulan Indonesia yang bisa menjadi sasaran investasi Korea Selatan selanjutnya.

Jokowi mengatakan, Korea Selatan merupakan investor terbesar ke-3 di Indonesia. Investasi Korea Selatan juga memiliki kontribusi baik di Indonesia khususnya di dunia industri, industri besi, sektor migas, dan industri garmen yang bisa menyerap lebih dari 900 ribu pekerja di Indonesia.

Namun, Indonesia punya penawaran menarik untuk Korea Selatan bila ingin menanamkan investasi di Indonesia. Korea Selatan bisa memulai dengan industri kreatif dan industri pariwisata.

Saat ini ada revolusi teknologi yang sedang menjadi fokus dunia. Revolusi itu ada pada artificial intelligent, robotic, teknologi drone, mobil tanpa awak, dan bio teknologi.

"Saya tidak meragukan lagi Korea Selatan merupakan percontohan dari perkembangan teknologi ini," kata Jokowi di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (14/3/2017).

Namun, dari semua teknologi yang banyak dikendalikan oleh robot, konsumen bisa rela membayar mahal produk kreatif yang buat sendiri atau handmade.

"Saya percaya, sentuhan manusia lebih menarik bagi konsumen," ujar Jokowi.

Semua industri yang melibatkan keahlian tangan manusia ini ada di Indonesia. Konsumen akan memilih sesuatu yang memberi kesan, pengalaman dalam bertualang, memberi kenangan, dan saling berbagi.

"Oleh karena itu, perekonomian kita juga bergeser lebih dan lebih ke arah sektor jasa seperti pariwisata dan industri kreatif," ujar Jokowi.

Indonesia menyajikan banyak kekayaan budaya, kaya tradisi, dan karya seni. Indonesia merupakan wadah dari semua industri kreatif.

"Kami menyadari industri berubah, ekonomi kita berubah. Kami berniat untuk mengembangkan revolusi industri dan bisa melihat masa depan investasi yang lebih baik," pungkas Jokowi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya