Densus Gagalkan Rencana 6 Pemuda Serang Polres Parigi Sulteng

Keenam pemuda yang ditangkap Densus 88 Antiteror itu diduga pula akan menyerang anggota Polri yang menjaga bank.

oleh Eka Hakim diperbarui 10 Mar 2017, 18:04 WIB
Ilustrasi Densus 88 Antiteror menangkap terduga teroris. (Liputan6.com/M.Iqbal)

Liputan6.com, Makassar - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap enam pemuda yang diduga berencana melancarkan serangan ke Markas Polres Parigi dan sejumlah anggota Polri yang bertugas menjaga bank di Kota Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat pagi tadi sekitar pukul 08.30 Wita.

"Dari info yang masuk demikian," ucap Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Komisaris Besar (Kombes) Pol Dicky Sondani membeberkan info dari Densus 88 di Polda Sulteng.

Berdasarkan informasi tersebut, menurut Dicky, keenam pemuda yang ditangkap korps berlambang burung hantu tersebut adalah Samsuriyadi alias Sam Toli-Toli (30) warga Jalan Veteran II Nomor 49, Kota Tolitoli, Sulteng, dan Kifli (29) warga Jalan Pulau Irian Poso Kota, Sulteng.

Selanjutnya, Sofyan (13) warga Jalan Pulau Bali, Poso Kota, Sulteng, Darwin alias Ali (18) warga Jalan Pulau Sabang, Poso Kota, Sulteng, Jefri (19) warga Desa Siring Jaha, Kecamatan Sido Mulyo, Lampung Selatan, dan Irsan alias Ican (24) warga Desa Lantapan, Kecamatan Galang, Tolitoli, Sulteng.

Dari hasil interogasi sementara yang didapatkan Dicky, enam pemuda itu diduga berencana akan bergabung dengan kelompok Tolitoli dan menyerang Mapolres Parigi. Mereka diduga pula akan menyerang anggota Polri yang menjaga bank.

Ada beberapa barang bukti yang diamankan Densus 88 Antiteror. Di antaranya pupuk kalium nitrat (KNO3), belerang, arang, paku, dan spiritus. "Untuk sementara info yang saya dapatkan demikian," juru bicara Polda Sulsel memungkasi penjelasan seputar enam tersangka yang akan menyerang Mapolres Parigi tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya