Tak Ada Pantai yang Ditutup Selama Raja Salman Berlibur di Bali

Kemlu dan Kedutaan Besar Arab Saudi memastikan semua pantai tidak akan ditutup.

oleh Andreas Gerry Tuwo diperbarui 28 Feb 2017, 22:15 WIB
Presiden Jokowi saat tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah saat kunjungan kenegaraan pada 11-12 September 2015. Jokowi disambut secara khusus oleh Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz.( Foto Editiawarman Setpres for Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri memastikan kunjungan Raja Salman ke Bali tidak akan mengganggu masyarakat secara umum. Kegiatan masyarakat di Pulau Dewata akan berlangsung seperti biasa.

Dijelaskan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir, tidak ada tempat wisata atau pantai yang ditutup karena kunjungan Raja Salman.

"Tidak akan ditutup secara khusus," ucap pria yang kerap disapa Tata di kantor Kemlu, Selasa (28/2/2017).

Di Bali pun Raja Salman tak akan berjalan-jalan ke banyak tempat. Liburannya cuma dihabiskan di satu tempat saja, Nusa Dua.

"Mereka akan berada di Nusa Dua tujuan utamanya, raja beristirahat," sambung dia,

Di tempat terpisah, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Al-Shuibi menyampaikan hal serupa dengan Tata.

Saat Raja Salman datang, Dubes Osama memastikan tidak akan ada tempat yang ditutup. Masyarakat pun akan beraktivitas seperti hari-hari biasa.

"Kita sudah sepakat berkaitan kunjungan ke Bali sisi keamanan itu langsung ditangani Kepolisian Indonesia. Kegiatan di Bali juga akan normal tidak akan ada yang ditutup," paparnya.

"Kami ke Indonesia tidak akan ganggu aktivitas masyarakat selama kunjungan kami. Saudi akan mengikuti apa yang telah diputuskan dan diarahkan Indonesia," pungkasnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya