Dilayani Baik di Kelurahan, Drg Anggia Hampir Menangis

Pelayanan petugas Kantor Kelurahan Melawai Jakarta Selatan yang informatif dan tanpa pungutan sampai-sampai membuatnya hampir menangis.

oleh Benedikta Desideria diperbarui 27 Feb 2017, 18:46 WIB
Drg Anggia Hampir Menangis

Liputan6.com, Jakarta Pengalaman dokter gigi Anggia Ratri Renjana mengurus perpanjangan surat izin praktek (SIP) di kantor kelurahan membuatnya terharu. Pelayanan petugas di Kantor Kelurahan Melawai Jakarta Selatan yang informatif dan tanpa pungutan sampai-sampai membuatnya hampir menangis.

"Baru kali ini di kantor kelurahan sampe nahan air mata... Demi Allah luar biasa pelayanannya..," tulis Anggia dalam akun Facebook pribadinya, ditulis 22 Februari 2017.

Saat dihubungi Health Liputan6.com, pada Senin (27/2/2017) Anggia membenarkan bahwa benar dia yang menulis hal tersebut. "Saya menulis itu mau apresiasi kepada petugas kantor kelurahan yang benar-benar melayani dengan baik," katanya.

Pengalaman positif di kantor kelurahan ini berawal dari ketidaktahuan Anggia dalam proses perpanjangan izin SIP pada Jumat, 10 Februari 2017. Saat mengurus SIP pertama kali di 2011 dulu, dirinya harus datang beberapa kali untuk mengurus SIP. Namun rupanya kini mengurus SIP sudah online. Dengan demikian, sebenarnya hanya perlu datang sekali ke kantor kelurahan saat mengambil perpanjangan SIP. 

"Saat itu saya datang ke kantor kelurahan kebetulan sedang sepi jadi langsung dilayani. Terus mengatakan kepada petugas ingin memperpanjang SIP. Terus dikasih tahu petugas kelurahan kalau sekarang ngurus SIP bisa online. Lalu, malah saya dipinjami komputer untuk mengisi formulir tersebut, bahkan dibantu scan berkas saya. Benar-benar dilayani dengan baik," tuturnya senang.

Dalam formulir online tata cara pengurusan izin tersebut juga sudah jelas. Bahkan dia bisa memilih kapan perpanjangan selesai. "Tepat pada Selasa, 14 Februari saya dapat email notifikasi bahwa perpanjangan SIP saya sudah selesai," kata dokter lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia ini.

Drg Anggia Ratri Renjana (Dok: Pribadi)

Jadwal kegiatan yang padat membuat Anggia tidak bisa segera mengambil berkas tersebut. Hingga suatu pagi dirinya ditelepon oleh petugas Kelurahan Melawai, Heri, yang mengingatkan bahwa hari tersebut adalah hari terakhir pengambilan SIP.

"Petugas kelurahan menelepon saya mengingatkan bahwa hari tersebut hari terakhir, jika tidak diambil nanti malah hangus dan mengulang dari awal," katanya.

Petugas kelurahan tersebut mengatakan sebenarnya ada pelayanan antar gratis asalkan sudah membuat surat kuasa. Namun, Anggia memilih untuk mengambil sendiri.

Saat sampai di kantor kelurahan, perpanjangan SIP sudah jadi. Dan benar-benar gratis, tanpa ada amplop yang harus diberikan. "Benar-benar gratis seperti tulisan di SIP, tidak ada upeti sama sekali," katanya.

Tak hanya memberikan SIP, petugas kelurahan pun memberikan doa kepada Anggia agar praktik dokternya laris. "Si bapak ini bilang ke saya 'Oh ya dok, semoga praktiknya laris manis, banyak berkah ya dok'. Ya ampun saya enggak nyangka, udah ditolongin, didoain lagi," kata wanita kelahiran 3 Desember ini.

Pelayanan baik belum usai. Saat keluar dari pintu gerbang, petugas kebersihan mengucapkan 'Terima kasih ya, Bu, hati-hati di jalan'.

Kebaikan petugas kelurahan usai dirinya menjalani perjalanan jauh mengendarai motor Bekasi-Depok-Jakarta membuatnya terharu.

"Saya mendapat pelayanan seperti ini sesudah naik motor online dari Depok ke Bekasi lalu ke Jakarta, lalu diperlakukan baik seperti itu. Saya mau nangis banget," tuturnya. 

Dirinya amat bersyukur pelayanan di kantor kelurahan di wilayah tempatnya berpraktik jauh dari sulit, tapi informatif, ramah, dan cepat.

"Pelayanan seperti ini tidak cuma pada saya. Waktu saya lihat orang lain, petugas yang lain juga melayani dengan senang hati. Waktu ada telepon masuk juga langsung diangkat dan direspons dan dijawab dengan baik," ungkapnya.

Dirinya pun berharap agar pelayanan pemerintah pun seperti yang dirinya alami saat memperpanjang SIP. Sehingga masyarakat bisa mengurus izin tepat waktu dan tidak merasa terbebani. "Andai semuanya begini, bekerja jadi enggak kesal. Dengan mekanisme begini juga enggak ada celah (ada pungutan liar)," tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya