Kata Penggawa Bali United Soal Gaya Melatih Peter Schaller

Meski baru beberapa hari melatih, namun Peter sudah meninggalkan kesan mendalam bagi para penggawa Serdadu Tridatu.

oleh Dewi Divianta diperbarui 11 Feb 2017, 07:24 WIB

Liputan6.com, Bali - Pelatih Hans-Peter Schaller baru beberapa hari memimpin latihan Bali United. Kehadirannya menggantikan Indra Sjafri yang ditunjuk oleh PSSI untuk melatih Timnas U-19.

Meski baru beberapa hari melatih, namun Peter sudah meninggalkan kesan mendalam bagi para penggawa Bali United. I Gede Sukadana salah satunya. Ia merasakan perbedaan mendasar perbedaan latihan yang diterapkan Indra sjafri dan Hans-Peter Schaller.

"Beda pola latihannya. Kita perlu beradaptasi, tapi sudah bisa. Perbedaannya pada intensitas dan disiplinnya yang tinggi. Lebih disiplin," kata Sukadana.

Kendati begitu, pemain asal Sesetan, Denpasar itu mengaku belum tahu secara pasti materi yang akan diterapkan oleh mantan asisten Alfred Riedl di Timnas Indonesia 2016 tersebut.

"Tidak ada pendinginan seperti yang dilakukan Indra Sjafri sebelumnya. Kita sebagai pemain mengikuti instruksi saja. Materinya saya belum tahu pasti, ini masih bongkar pasang. Yang pasti gaya kepelatihannya disiplin, tidak banyak omong dan keras. Saya sebagai pemain, siapapun yang melatih harus nyaman," ujarnya.

Penggawa Bali United lainnya, Yabes Roni mengaku cukup kagum dengan gays kepelatihan Peter. "Coach Peter luar biasa cara melatihnya. Saya mengerti apa itu bertahan. Saya akui kekurangan saya itu di bertahan. Setelah menyerang saya suka terlambat turun ikut membantu pertahanan," papar Yabes.

Pemain asal Nusa Tenggara Timur itu melanjutkan, materi berlatih yang diterapkan oleh Peter sejak kemarin adalah mengenai pertahanan. "Dari kemarin kita berlatih defense dan itu bermanfaat bagi kami, khususnya saya secara pribadi. Materi latihan transisi dari menyerang ke bertahan," tutur Yabes.

"Saya nyaman berlatih bersamanya. Tapi memang kendala saya komunikasi. Bahasa Inggris saya agak kurang baik. Coach Peter orangnya disiplin. Latihan 100 persen harus fokus. Kalau ada cedera sampaikan ke dia apa adanya. Dia tidak akan marah. Dia hanya bilang saya mencoba membantu kalian. Itu yang membuat kami semakin semangat berlatih," ucap Yabes.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya