3 Tuntutan Hanura ke Freeport Usai Chappy Hakim Marah-marah

Partai Hanura menginginkan manajemen pusat PT Freeport Indonesia segera memecat Chappy Hakim dari jabatan presiden direktur.

oleh Devira Prastiwi diperbarui 10 Feb 2017, 13:33 WIB
Chappy Hakim

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Fraksi Partai Hanura di DPR Dadang Rusdiana menegaskan pihaknya akan mengambil langkah hukum dan politik atas tindakan Presiden Direktur (Presdir) PT Freeport Indonesia, Chappy Hakim terhadap Mukhtar Tompo.

Pada Kamis 9 Februari kemarin, Mukhtar mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan usai Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi VII DPR dengan PT Freeport Indonesia.

"Fraksi Hanura memprotes keras atas tindakan kasar atau pemukulan yang dilakukan oleh Chappy Hakim terhadap anggota Komisi VII DPR Fraksi Hanura Mukhtar Tompo, usai Rapat Dengar Pendapat PT Freeport dengan Komisi VII pada hari Kamis tanggal 9 Februari 2017 di Ruang Komisi. Tindakan tersebut sungguh tidak pantas dan memalukan," ujar Dadang di Jakarta, Jumat (10/2/2016).

Oleh karena itu, lanjutnya, Partai Hanura pun meminta tiga hal kepada PT Freeport Indonesia. Pertama, kata Dadang, pihaknya menginginkan manajemen pusat PT Freeport Indonesia segera memecat Chappy Hakim dari jabatan presdir karena sudah menunjukkan tindakan yang memalukan.

"Kedua, PT Freeport Indonesia meminta maaf kepada bangsa Indonesia dan institusi DPR karena tindakan Chappy Hakim terhadap Pak Mukhtar Tompo adalah bentuk penghinaan terhadap Parlemen dan terhadap rakyat Indoenesia. Setiap pernyataan anggota DPR dalam rapat-rapat dijamin dan dilindungi oleh Undang-undang," papar dia.

"Dan yang ketiga, Chappy Hakim segera meminta maaf kepada saudara Mukhtar Tompo secara pribadi dan kepada Institusi DPR secara kelembagaan," tegas Dadang.

Sebelumnya, Anggota Komisi VII DPR Mukhtar Tompo mengaku mendapat perlakuan tak menyenangkan dari Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Chappy Hakim.

Mukhtar mengatakan, hal tersebut terjadi setelah selesainya Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi VII DPR dengan 12 perusahan tambang, termasuk PT Freeport Indonesia.

"Awalnya saya mau memberikan salam, tetapi tangan saya ditampik," ucap Mukhtar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (9/2/2017) malam.

Politikus Hanura ini makin tak terima dengan perilaku Presiden PT Freeport ini lantaran dia mengucapkan kata-kata yang tak mengenakkan dengan menunjuk-nunjuk.

"Kau jangan macam-macam. Mana saya tidak konsisten, saya konsisten," ujar Mukhtar menirukan ucapan Chappy Hakim.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya