Hillary Clinton: Masa Depan Ada di Tangan Perempuan

Dalam kemunculan teranyarnya, Hillary menekankan pentingnya peran perempuan pada masa dahulu, sekarang, juga masa depan.

oleh Khairisa Ferida diperbarui 07 Feb 2017, 17:31 WIB
Hillary Clinton, mantan ibu negara AS yang juga eks rival Donald Trump (AP)

Liputan6.com, Washington, DC - Melalui sebuah video berdurasi pendek, Hillary Clinton membuat pernyataan publik pertamanya pasca-pelantikan Donald Trump. Ia menegaskan bahwa masa depan Amerika Serikat (AS) ada di tangan perempuan.

"Sekali pun di tengah tantangan yang kita hadapi, saya tetap saja yakin, ya, masa depan ada di tangan perempuan. Lihat saja energi luar biasa yang kita saksikan bulan lalu ketika perempuan menginisiasi demonstrasi di seluruh negara kita dan juga dunia," ungkap Hillary yang juga mantan rival Trump seperti dikutip dari Independent.co.uk, Selasa, (7/2/2017).

Video berisikan pernyataan Hillary tersebut dibuat dalam rangka konferensi Makers 2017. Makers sendiri merupakan sebuah platform berbagi cerita untuk menyemangati perempuan.

Perempuan yang sempat menjabat sebagai menteri luar negeri AS itu mengatakan bahwa konferensi Makers berguna untuk saling berbagi cerita antar perempuan sekaligus merayakan pentingnya peran perempuan di masa lalu, sekarang, dan masa depan Negeri Paman Sam.

"Kita butuh perempuan kuat untuk tampil dan bersuara. Kita butuh Anda untuk menjadi sangat berani dan memimpin dengan tegas. Maka tolonglah, jadi teladan bagi setiap perempuan dan anak gadis di luar sana yang khawatir tentang masa depan dan bertanya-tanya apakah hak, kesempatan, dan nilai-nilai kita akan bertahan," kata istri Bill Clinton itu.

"Dan ingatlah, Anda semua adalah pahlawan dan pembuat sejarah, penghancur langit-langit kaca di masa depan. Sebagaimana saya sampaikan sebelumnya, dan akan saya ulangi lagi: jangan pernah ragukan bahwa Anda berharga dan kuat serta layak mendapat kesempatan di dunia," pungkasnya.

Pekan lalu, Hillary mengumumkan bahwa saat ini ia tengah menulis sebuah buku yang berisi kutipan favoritnya serta pengalamannya ketika bertarung dalam pemilu presiden AS.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya