Pengembang Gim Ramai-Ramai Tolak Kebijakan Imigrasi Trump

Pengembang gim Rock Band, Harmonix, mengeluarkan pernyataan yang menentang kebijakan Trump soal melarang warga imigran masuk ke AS.

oleh YusliansonJeko I. R. diperbarui 07 Feb 2017, 14:00 WIB
Donald Trump, presiden ke-45 Amerika Serikat (Associated Press)

Liputan6.com, Boston - Kebijakan untuk warga imigran Amerika Serikat (AS) yang dikeluarkan Donald Trump ternyata tak hanya diprotes perusahaan teknologi. Industri gim juga melakukan langkah serupa. Banyak di antara mereka yang menentang kebijakan tersebut.

Salah satunya adalah pengembang gim asal Negeri Paman Sam, Harmonix, yang merupakan pengembang gim Rock band. Mereka mengeluarkan pernyataan resmi dari akun Twitter-nya, @Harmonix.

Dalam kicauannya, Harmonix mengajak netizen untuk terus berkoar menentang kebijakan yang dibuat orang nomor satu di AS tersebut.

“Kami ingin mendorong kalian semua untuk terus bersatu, secara konstruktif dan membuat suara kita semua didengar,” kicau Harmonix sebagaimana dikutip Gamespot, Selasa (7/2/2017).

Selain itu, pengembang gim yang bermarkas di Boston tersebut juga mengunggah gambar berisi tulisan soal larangan imigran dari tujuh negara mayoritas Islam, seperti Irak, Suriah, Iran, Sudan, Libya, Somalia, dan Yaman.


“Harmonix didirikan oleh salah satu imigran dari Timur Tengah. Banyak dari kami merupakan anak-anak dari para imigran. Kami benar-benar percaya jika yang terbaik dari Harmonix itu mengalir dari beragam perspektif individu berbakat, mencakup etnis, jenis kelamin, orientasi seksual, budaya, dan agama yang berbeda,” ujarnya.

Selain Harmonix, ada sejumlah perusahaan gim yang juga menolak mentah-mentah kebijakan Trump, seperti organisasi di balik ajang E3 (Electronic Entertainment Expo), yaitu Entertainment Software Association.

Mereka juga mengeluarkan pernyataan untuk mendesak Gedung Putih agar mengambil tindakan soal program pekerja asing dan imigrasi.

(Jek/Isk)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya