Presiden Jokowi Minta BUMN Tak Lagi Terlibat Kasus

Presiden Joko Widodo menuturkan, pihaknya juga meminta direksi BUMN berhati-hati atas pihak yang mengatasnamakan dirinya.

oleh Septian Deny diperbarui 25 Jan 2017, 13:15 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk lebih berhati-hati dalam membuat keputusan. Hal ini menyusul kasus yang menimpa Mantan Direktur Utama ‎Garuda Indonesia Emirsyah Satar.

Jokowi menyatakan, dirinya tidak mau lagi mendengar ada BUMN atau direksinya terkena masalah. Untuk itu dia meminta para direksi tersebut untuk lebih berhati-hati.

"Saya minta BUMN jangan sampai ada yang kena masalah lagi. Saya tidak mau. Baik itu dirut, baik dreksi baik yang di bawah. Saya minta direksi hati-hati," ujar dia di Istana Negara, Rabu (25/1/2017).

Dia menuturkan, di era keterbukaan seperti saat ini, setiap kasus bisa diusut meski sudah bertahun-tahun berlalu.‎

"Karena sekarang era keterbukaan, saudara-saudara melakukan kesalahan, ketemuannya baru 5 tahun ya bisa. Tapi kalau tidak ambil ya jangan takut. Kejadiannya 2012 ketemuannya sekarang. Saya tidak ngomong di BUMN," kata dia.

Selain itu, Jokowi juga meminta para direksi berhati-hati atas piha‎k-pihak yang mengatasnamakan dirinya. Sebab, dia tidak pernah mengutus orang dekat atau keluarganya untuk kepentingan tertentu.

"Juga jangan datang ke saudara (direksi BUMN) atas nama saya, tidak mau saya nama dipakai. Siapa pun orang dekat, saudara, tidak ada.‎ Saya ingatkan, saya cintai saudara-saudara semua. Jangan sampai kena, kita ingin BUMN kita bisa meloncat, melompat. Saya melihat ada kesempatan peluang untuk itu, jangan hilangkan kesempatan yang ada ini," ujar dia

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya