Soal Gaya Main Timnas Indonesia, Ini Harapan Luis Milla

Luis Milla akan mendampingi Timnas Indonesia di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.

oleh Ahmad Fawwaz Usman diperbarui 21 Jan 2017, 06:00 WIB
Luis Milla resmi menukangi Timnas Indonesia dengan durasi kontrak dua tahun. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Kualitas dan gaya bermain antara Timnas Indonesia dan Timnas Spanyol tentu sangat berbeda. Namun, hal tersebut tak dijadikan Luis Milla sebagai kendala usai diresmikan sebagai pelatih Timnas Indonesia.

Setelah sekian lama, Timnas Indonesia akhirnya kembali ditangani pelatih dengan nama besar, yakni Luis Milla. Nama tersebut sudah muncul dalam daftar kandidat pelatih Timnas Indonesia sejak Kongres Tahunan PSSI di Bandung, beberapa waktu lalu.

Awalnya, ia bersaing dengan Luis Fernandez dalam bursa pelatih Timnas Indonesia. Namun, sejak beberapa hari terakhir, ia menjadi calon tunggal. Jumat (20/1/2017), ia resmi dikontrak PSSI hingga dua tahun dengan opsi perpanjangan kontrak.

"Anda selalu butuh kerjasama dengan semua pemain, saya tak ragu bisa melakukannya. Dalam hal ini pelatih akan beradaptasi dengan pemain dan tentu mengimplementasi gaya permainan yang diinginkannya," ungkap Milla di Jakarta.

Luis Milla tampaknya tak ingin memaksakan para pemain Timnas Indonesia untuk beradaptasi dengan gaya melatihnya. Ia yang akan lebih dulu melakukan pendekatan, lalu menemukan menu latihan yang tepat untuk pemain Timnas Indonesia.

2 dari 3 halaman

Filosofi Menyerang

Luis Milla Aspas (tengah) berfoto bersama Sekjen PSSI Ade Wellington dan Direktur Teknik PSSI Danurwindo usai memberi keterangan di kantor PSSI, Jakarta, Jumat (20/1). Luis Milla resmi menukangi Timnas Indonesia. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Meski begitu, prioritas Milla adalah menerapkan filosofi sepak bola menyerang Barcelona di Timnas Indonesia. PSSI pun memilihnya, karena Milla adalah sosok yang memiliki pengalaman soal ilmu sepak bola menyerang yang juga menjadi ciri khas Spanyol.

"Sepak bola Spanyol itu benar-benar khas dan cukup rumit. Formula ini yang ingin diimplikasikan kepada Timnas Indonesia," tegas Milla.

Terlepas dari hal tersebut, yang pasti Milla memiliki tugas penting dalam dua tahun ke depan. Pertama, ia diharapkan bisa mempersembahkan gelar juara di SEA Games 2017. Lalu, ia juga ditargetkan membawa Timnas Indonesia menembus 4 Besar Asian Games 2018.

3 dari 3 halaman

Dua Asisten

Dalam konferensi pers Milla menyatakan keinginannya untuk membawa dua sosok dalam pekerjaan ini. Namun, ia tak menyebutkan dua nama tersebut.

"Saya suka dengan kerjasama kolektif untuk bisa menangani tim. Kami akan sangat erat federasi Indonesia (PSSI), terutama dengan pelatih-pelatih yang di awal pekerjaan ini," ungkap Milla.Sebelumnya, kabar mengenai nama yang akan menemani Milla usai resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia sempat beredar.

Seperti dilansir el Periodico de Aragon, Luis Milla, mengakui memiliki dua pelatih yang kerap membantunya: Luis Cembranos dan Miguel Gandia. Kebetulan, kedua sosok itu sudah lama bekerja dengan Milla. Sebelumnya, momen kebersamaan mereka terjalin saat Milla ditunjuk sebagai pelatih klub Segunda Division, Lugo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya