Saham Sektor Keuangan Tekan Wall Street

Sesaat setelah Trump menang, Wall Street langsung melalui reli yang panjang.

oleh Arthur Gideon diperbarui 18 Jan 2017, 05:04 WIB

Liputan6.com, New York - Wall Street bergerak melemah pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Pendorong pelemahan Wall Street adalah saham-saham di sektor keuangan.

Mengutip Wall Street Journal, Rabu (18/1/2017), Dow Jones Industrial Average turun 58 poin atau 0,30 persen e level 19.826,77. S&P 500 juga melemah 6,75 poin atau 0,30 persen ke angka 2.267,89. Sedangkan Indeks Nasdaq tertekan 35,39 poin atau 0,63 persen ke angka 5.538,73.

Saham-saham sektor keuangan berguguran. Morgan Stanley jatuh 3,8 persen. Goldman Sachs Group Inc dan J.P. Morgan Chase & Co masing-masing kehilangan lebih dari 3 persen.

Beberapa investor dan analis mengkaitkan apa yang terjadi pada perdagangan Selasa terseut dengan kegugupan dari para pelaku pasar jelang pelantikan presiden AS. DOnald Trump sebagai presiden terpilih AS akan dilantik pada tanggal 20 waktu setempat.

Selain itu, tekanan terhadap Wall Street tersebut juga merupakan dampak dari kenaikan yang cukup tinggi sesaat setelah Trump terpilih menjadi presiden pada November 2016.

"Saat ini sepertinya pasar sedang dalam proses mencari posisi sesuai fundamental setelah melalui reli yang cukup panjang karena adanya sentimen yang cukup potensial," jelas Kepala Analis Northwestern Mutual Wealth Management Company, Brent Schutte.

Memang, sesaat setelah Trump menang, Wall Street langsung melalui reli yang panjang. Beberapa kebijakan yang diangkat Trump selama kampanye dipandang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi AS. Beberapa kebijakan tersebut adalah langkah pemotongan pajak dan juga mendorong kembali pembangunan infrastruktur. (Gdn/Ndw)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya