Presiden Jokowi Tekankan Arah Kebijakan Pancasila

Presiden Jokowi menuturkan pemerintah terus menjalankan kebijakan ekonomi yang berjiwa pancasila yaitu bernafaskan gotong royong.

oleh Septian Deny diperbarui 15 Jan 2017, 16:31 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peringatan ulang tahun ke-18 Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) pada Minggu pagi. Acara tersebut digelar di Garden Ballroom, Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Dalam sambutannya pada peringatan tersebut, Presiden Joko Widodo sekali lagi menekankan arah kebijakan yang diemban pemerintah termasuk ekonomi. Jokowi tak lupa mengingatkan dalam kondisi global yang dinamis dan serba tak menentu seperti sekarang ini, gerak cepat pemerintah dan seluruh elemen masyarakat amat diperlukan.

"Kita harus bergerak cepat mengantisipasi segala perubahan yang ada di dunia ini. Kita harus selalu siap mengantisipasi setiap perubahan. Terlambat sedikit saja kita mengantisipasi itu kita akan tergulung oleh sejarah," ujar dia dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (15/1/2017).

Belum lagi permasalahan di dalam negeri yang terus diupayakan penyelesaiannya oleh pemerintah juga masih banyak. Terutama persoalan mengenai kesenjangan antarwilayah dan antara kaya dan miskin yang belakangan menjadi fokus perhatian pemerintah.

"Meskipun gini ratio kita sudah turun sedikit, tetapi tetap masih pada posisi yang kuning menuju ke merah," lanjut dia.

Selain itu, penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, dan fitnah yang belakangan merebak juga disinggung oleh Jokowi dalam acara tersebut. Dirinya berpesan untuk selalu mewaspadai hal tersebut bila bangsa Indonesia tidak ingin terpecah belah.

Namun, di sisi lain, masyarakat Indonesia harus bersyukur telah memiliki Pancasila yang mampu mendeteksi dan mengukur setiap nilai-nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.

"Sebagai bangsa kita beruntung, sebagai bangsa kita patut bersyukur kita memiliki Pancasila. Dengan Pancasila kita bisa mendeteksi setiap perubahan yang ada.

Dengan Pancasila kita bisa mengukur nilai-nilai yang tidak sesuai dengan budaya kita. Seperti aksi-aksi radikalisme dan terorisme yang tidak sesuai dengan fitrah kita yang Bhinneka Tunggal Ika,"jelas dia.

Sebagai salah satu partai pendukung pemerintah, Presiden Joko Widodo berharap agar PKPI mampu memberikan pedoman kepada masyarakat dalam mendukung upaya pemerintah mengurangi kesenjangan yang ada. Di hadapan para pimpinan PKPI, Jokowi juga menegaskan kebijakan ekonomi yang diambil Indonesia ialah kebijakan ekonomi yang berjiwa Pancasila dengan semangat gotong royong.

"Perlu saya tekankan bahwa sejak awal pemerintah terus menjalankan kebijakan-kebijakan ekonomi yang berjiwa Pancasila. Yaitu kebijakan ekonomi yang bernafaskan gotong royong, kebijakan yang bertujuan menghantarkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ini akan terus menerus kita lakukan," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya