5 Faktor Penting di Balik Kebangkitan MU

Mourinho mulai menemukan menu terbaik dalam skema MU.

oleh Ahmad Fawwaz UsmanDiterbitkan 07 Januari 2017, 18:30 WIB
Manchester United (MU). (AP Photo/Dave Thompson)

Liputan6.com, Manchester - Periode saat ini bisa disebut sebagai momen terbaik Manchester United (MU) di bawah asuhan Jose Mourinho. Setelah sempat tampil buruk di awal musim, kini MU kembali menjadi tim yang disegani di Liga Inggris 2016/2017.

Meski terkesan masih sedikit dinaungi keberuntungan, faktanya MU sudah memenangkan enam laga beruntun Liga Inggris. Berkat rentetan hasil positif tersebut, MU berpeluang menembus zona 4 besar klasemen Liga Inggris.

Saat ini MU memang masih tertahan di posisi keenam dengan koleksi 39 poin. Namun, Zlatan Ibrahimovic dan kawan-kawan hanya terpaut tiga angka dari Manchester City dan Tottenham Hotspur yang masing-masing duduk di posisi keempat-ketiga.

Tentu, banyak faktor yang ikut mempengaruhi kesuksesan MU belakangan ini. Seperti dilansir FC Naija, setidaknya ada lima faktor yang punya peran penting dalam kebangkitan MU.


1. Jeda Liga Europa

Tak bisa dipungkiri, rampungnya fase grup Liga Europa membuat MU bisa sepenuhnya fokus pada perjuangan di Liga Inggris. Hal itu sangat membantu Mourinho untuk tidak melakukan banyak rotasi dalam starting XI pilihannya.

Para pemain Manchester United (MU), yakni Juan Mata, Wayne Rooney, dan Zlatan Ibrahimovic merayakan gol ke gawang Feyenoord pada matchday kelima Grup A Liga Europa di Old Trafford, Jumat (25/11/2016) dinihari WIB. MU menang 4-0 (AP Photo/Dave Thompson)


Hasilnya, Mourinho pun bisa memainkan sebagian besar skuat yang sama di setiap pertandingan. Kelelahan bisa diatasi karena MU memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat. Situasi itu tak dialami mereka di bulan-bulan sebelumnya.

Pada periode September-November 2016, MU harus membagi fokusnya pada tiga kompetisi sekaligus. Selain Liga Inggris, mereka juga tampil di Liga Europa dan Piala Liga Inggris. Alhasil, mereka sempat melewati momen saat hanya memenangkan delapan dari 19 laga di semua kompetisi.

Kini, MU harus bersiap-siap untuk menghadapi padatnya jadwal kompetisi. Mulai Februari 2016, mereka akan kembali memainkan laga Liga Europa. Saint-Etienne akan menjadi hadangan pertama mereka di 32 besar.


2. Jauh Lebih Fokus

Di bawah asuhan Mourinho, The Red Devils bisa dibilang sebagai tim yang kerap telat panas. Mereka selalu dipaksa berjuang keras untuk menemukan ritme permainan terbaik mereka di awal. Meski mendominasi penguasaan bola, jarang sekali MU langsung tampil atraktif di awal laga.

Selebrasi Paul Pogba usai mencetak gol kemenangan 2-1 Manchester United (MU) atas Middlesbrough di menit ke-86. (Reuters / Jason Cairnduff)


Untungnya, mereka sudah terlatih untuk bisa menjaga fokusnya hingga akhir pertandingan. Hal itu bisa dilihat dari statistik yang ditorehkan Setan Merah dalam beberapa laga terakhir Liga Inggris.

Delapan dari 11 gol yang tercipta di lima laga terakhir baru bisa dicetak di babak kedua. Bahkan, ada lima gol di antaranya yang tercipta di atas menit ke-80-an. Meski terkesan telat panas, itu bisa menjadi bukti bahwa MU mampu menjaga fokusnya hingga akhir laga.

Lanjut Baca:

Zlatan Ibrahimovic sudah membuktikan dirinya sebagai pemain yang tak habis dimakan usia. Usianya memang sudah 35 tahun, tapi ia tetap mampu menjadi predator yang menakutkan dalam jagat sepak bola Liga Inggris. Meski begitu, ada saat di mana Ibrahimovic terlihat kesulitan mencetak gol. Buktinya, ia sempat melewati 609 menit tanpa menyumbangkan gol untuk MU. Kritik pun sempat menghampirinya saat ini.Untungnya, mantan pemain Paris Saint-Germain itu sudah terbiasa mengatasi kritik yang mengarah kepadanya. Ia pun membungkam para kritikus dengan aksi mengesankan dalam beberapa laga terakhir. Sepuluh laga terakhir mampu dilewati Ibrahimovic dengan koleksi 10 gol.Secara keseluruhan, pemain yang selalu memenangkan gelar liga sejak memperkuat Ajax Amsterdam tersebut sudah mencetak 18 gol dan enam assist dari 28 laga. Jika mampu mempertahankan performanya, MU pun hanya tinggal menunggu waktu untuk duduk di zona empat besar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya