Liputan6.com, Jakarta: Muntahan banjir dari Bogor ke sungai Ciliwung luber dan menggenangi pemukiman penduduk di kiri dan kanan jembatan Pelangi, Kalibata, Jakarta Selatan. Banjir badang tersebut mengepung perumahan padat penduduk itu pada Rabu (30/1) sekitar jam 03.00 dini hari. Masyarakat pun tak sempat berbuat apa-apa selain menyelamatkan barang yang bisa diamankan. Sebab, kepungan air hampir setinggi atap rumah. Demikian pantauan SCTV di Jalan Kalibata Raya, Jaksel, pagi ini.
Banjir membuat jalan menuju Kalibata-Pasar Minggu praktis lumpuh. Sebab, ketinggian air di jalan nyaris setinggi paha orang dewasa. Sejumlah penduduk nekat melewati jalanan dari arah Jalan Dewi Sartika menuju Kalibata dalam sebuah barisan panjang. Dinas Pemadam Kebakaran telah menurunkan beberapa perahu karet untuk mengevakuasi warga. Juriah, seorang korban mengaku air mulai menenggelamkan rumahnya sekitar jam 10.00 WIB. Janda empat anak itu hanya bisa menyelamatkan kulkas, radio, dan televisi. Dia juga berharap Pemerintah Daerah mengirimkan bantuan untuk menutupi kehidupan sehari-harinya. "Kalau begini bagaimana bisa makan," ujar perempuan bertubuh subur itu, mengeluh. Juriah menambahkan, banjir kali ini mirip dengan musibah serupa yang terjadi pada 1996 silam.
Banjir juga melumpuhkan aktivitas sebagian penduduk di wilayah Tangerang. Warga perumahan yang tidak terendam air juga tak bisa ke luar rumah. Sebab, akses menuju Jakarta baik melalui Jalan Daan Mogot, Ciledug, dan Cipondoh ikut diselubungi air. Ketinggian air di kawasan tersebut mencapai dua meter. Sementara jalan tol Kebun Jeruk pun macet karena dipadati kendaraan dan mobil warga yang berusaha mengungsi. Bahkan, ribuan kendaraan terpaksa antre hingga pagi buta di depan Panti Rehabilitasi Sosial Kedoya, Jakbar, karena kali Pesanggrahan yang membelah daerah tersebut meluap.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)
Banjir membuat jalan menuju Kalibata-Pasar Minggu praktis lumpuh. Sebab, ketinggian air di jalan nyaris setinggi paha orang dewasa. Sejumlah penduduk nekat melewati jalanan dari arah Jalan Dewi Sartika menuju Kalibata dalam sebuah barisan panjang. Dinas Pemadam Kebakaran telah menurunkan beberapa perahu karet untuk mengevakuasi warga. Juriah, seorang korban mengaku air mulai menenggelamkan rumahnya sekitar jam 10.00 WIB. Janda empat anak itu hanya bisa menyelamatkan kulkas, radio, dan televisi. Dia juga berharap Pemerintah Daerah mengirimkan bantuan untuk menutupi kehidupan sehari-harinya. "Kalau begini bagaimana bisa makan," ujar perempuan bertubuh subur itu, mengeluh. Juriah menambahkan, banjir kali ini mirip dengan musibah serupa yang terjadi pada 1996 silam.
Banjir juga melumpuhkan aktivitas sebagian penduduk di wilayah Tangerang. Warga perumahan yang tidak terendam air juga tak bisa ke luar rumah. Sebab, akses menuju Jakarta baik melalui Jalan Daan Mogot, Ciledug, dan Cipondoh ikut diselubungi air. Ketinggian air di kawasan tersebut mencapai dua meter. Sementara jalan tol Kebun Jeruk pun macet karena dipadati kendaraan dan mobil warga yang berusaha mengungsi. Bahkan, ribuan kendaraan terpaksa antre hingga pagi buta di depan Panti Rehabilitasi Sosial Kedoya, Jakbar, karena kali Pesanggrahan yang membelah daerah tersebut meluap.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)