Liputan6.com, Sidoarjo: Amuk massa terjadi di sekitar Pasar Larangan, Sidoarjo, Sabtu (12/1). Kerusuhan tersebut mengakibatkan tujuh rumah rusak. Diduga, insiden tersebut terjadi lantaran aksi balas dendam dari sejumlah warga setempat terhadap pendatang.
Peristiwa amuk massa ini berawal ketika ditemukannya mayat Nursaiman, warga Durung Beduk di Pasar Larangan. Menurut saksi mata, pelaku pembunuhan terhadap Saiman adalah Nawaid, warga pendatang yang tinggal di Desa Tenggulungan. Akibatnya, sekitar 1.500 orang dari dua desa tersebut menyerbu rumah Nawaid dan enam rumah sekitarnya. Tak puas hanya merusak rumah korban, massa bermaksud menyerbu Pasar Larangan sebagai pelampiasan terhadap sanak keluarga Nawaid yang berjualan di pasar tersebut. Namun, aksi massa sempat dihalau satuan Brimob Polda Jatim.
Sementara itu, menurut keterangan saksi mata yang tak bersedia disebutkan namanya, pembunuhan terhadap Nursaiman sebetulnya salah sasaran. Soalnya, target utama adalah Sholeh, anak Nursaiman yang diduga telah membunuh adik Nawaid beberapa waktu silam. Kendati begitu, tak menutup kemungkinan kejadian tawuran massal ini disebabkan faktor lain. Soalnya, terdapat rumor yang menyebutkan insiden ini disebabkan penguasaan lahan di belakang Pasar Larangan.
Berdasarkan pemantauan SCTV hingga Ahad dini hari, suasana Pasar Larangan tampak sepi. Kebanyakan para pedagang masih khawatir terjadi aksi susulan. Pasalnya, sekelompok warga masih kerap terlihat di sekitar lokasi kejadian. Apalagi, situasi di kedua daerah yang bertikai itu masih tampak tegang. Karena itu, tiga pleton Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jatim masih terus berjaga-jaga di sekitar pasar. Sementara, hingga saat ini, polisi masih memburu Nawaid untuk diminta keterangan. Sedangkan 15 orang yang diduga merusak rumah Nawaid dan tetangganya telah ditahan.(ORS/Hasan Sentot dan Joko Sulistio Budi)
Peristiwa amuk massa ini berawal ketika ditemukannya mayat Nursaiman, warga Durung Beduk di Pasar Larangan. Menurut saksi mata, pelaku pembunuhan terhadap Saiman adalah Nawaid, warga pendatang yang tinggal di Desa Tenggulungan. Akibatnya, sekitar 1.500 orang dari dua desa tersebut menyerbu rumah Nawaid dan enam rumah sekitarnya. Tak puas hanya merusak rumah korban, massa bermaksud menyerbu Pasar Larangan sebagai pelampiasan terhadap sanak keluarga Nawaid yang berjualan di pasar tersebut. Namun, aksi massa sempat dihalau satuan Brimob Polda Jatim.
Sementara itu, menurut keterangan saksi mata yang tak bersedia disebutkan namanya, pembunuhan terhadap Nursaiman sebetulnya salah sasaran. Soalnya, target utama adalah Sholeh, anak Nursaiman yang diduga telah membunuh adik Nawaid beberapa waktu silam. Kendati begitu, tak menutup kemungkinan kejadian tawuran massal ini disebabkan faktor lain. Soalnya, terdapat rumor yang menyebutkan insiden ini disebabkan penguasaan lahan di belakang Pasar Larangan.
Berdasarkan pemantauan SCTV hingga Ahad dini hari, suasana Pasar Larangan tampak sepi. Kebanyakan para pedagang masih khawatir terjadi aksi susulan. Pasalnya, sekelompok warga masih kerap terlihat di sekitar lokasi kejadian. Apalagi, situasi di kedua daerah yang bertikai itu masih tampak tegang. Karena itu, tiga pleton Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jatim masih terus berjaga-jaga di sekitar pasar. Sementara, hingga saat ini, polisi masih memburu Nawaid untuk diminta keterangan. Sedangkan 15 orang yang diduga merusak rumah Nawaid dan tetangganya telah ditahan.(ORS/Hasan Sentot dan Joko Sulistio Budi)