Liputan6.com, Bangkok: Pertemuan kedua antara Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva dan tiga pemimpin inti demonstran yang dilaksanakan Senin malam (29/3) kembali gagal mencapai kesepakatan konkret. Pada pertemuan kedua yang berlangsung sekitar 2 jam itu, kedua belah pihak tidak menemukan kata sepakat mengenai waktu yang tepat untuk membubarkan parlemen.
Tiga pemimpin oposisi pemerintah masih bersikeras bahwa DPR harus dibubarkan oleh perdana menteri dalam jangka waktu 15 hari, karena ini akan menjadi satu-satunya solusi bagi negara agar tidak didera konflik politik terus menerus. Dilain pihak, Abhisit mengatakan bahwa ada tiga kondisi yang penting sebelum ia membubarkan parlemen.
Pembubaran DPR mungkin terjadi dalam waktu sembilan bulan atau akhir tahun ini setelah rancangan anggaran fiskal 2011, amandemen konstitusi, dan kemiskinan diselesaikan.
"Ini akan memakan waktu bagi pemerintah untuk melakukan referendum nasional untuk bertanya pada rakyat Thailand apa yang perlu diubah pada konstitusi," jelas Abhisit.
"Rancangan anggaran fiskal 2011 adalah yang paling penting untuk menopang pemulihan ekonomi negara," tambahnya, seperti dilansir Xinhua, Senin (29/3).(RST/MLA)
Tiga pemimpin oposisi pemerintah masih bersikeras bahwa DPR harus dibubarkan oleh perdana menteri dalam jangka waktu 15 hari, karena ini akan menjadi satu-satunya solusi bagi negara agar tidak didera konflik politik terus menerus. Dilain pihak, Abhisit mengatakan bahwa ada tiga kondisi yang penting sebelum ia membubarkan parlemen.
Pembubaran DPR mungkin terjadi dalam waktu sembilan bulan atau akhir tahun ini setelah rancangan anggaran fiskal 2011, amandemen konstitusi, dan kemiskinan diselesaikan.
"Ini akan memakan waktu bagi pemerintah untuk melakukan referendum nasional untuk bertanya pada rakyat Thailand apa yang perlu diubah pada konstitusi," jelas Abhisit.
"Rancangan anggaran fiskal 2011 adalah yang paling penting untuk menopang pemulihan ekonomi negara," tambahnya, seperti dilansir Xinhua, Senin (29/3).(RST/MLA)