Speaker Besutan Amazon Jadi 'Saksi' Kasus Pembunuhan

Speaker besutan Amazon rupanya jadi 'saksi' kasus pembunuhan seorang pria Amerika Serikat (AS) di rumahnya.

oleh Corry Anestia diperbarui 29 Des 2016, 12:40 WIB
Speaker Amazon Echo.

Liputan6.com, Arkansas - Siapa sangka, sebuah speaker menjadi begitu penting bagi kepolisian Arkansas di Amerika Serikat (AS). Perangkat tersebut rupanya dianggap dapat memberikan petunjuk terkait penyelidikan kasus. 

Kasus itu adalah pembunuhan mantan polisi Victor Collins yang ditemukan tewas di kamar mandi temannya, James A Bates di Bentonville pada 2015. Pihak kepolisian menyadari bahwa rumah Bates terpasang speaker Amazon Echo.

Mereka meyakini suara apapun yang terekam di speaker tersebut dapat membantu menemukan petunjuk baru. Mengingat Bates menyangkal ia membunuh Collins dan menyebut Collins tewas tenggelam karena ketidaksengajaan.

Seperti dikutip dari Ars Technica, Kamis (29/12/2016), penyidik pun mengajukan surat penggeledahan ke Amazon untuk meminta rekaman milik Bates antara 21 November dan 22 November 2015.

Perlu diketahui, seluruh rekaman pada speaker Echo yang dimiliki pengguna memang tersimpan di server Amazon. Meskipun pengguna dapat menghapus data rekaman pribadinya, tetap saja rekaman ini akan tersimpan di server.

"Kami yakin bahwa rekaman tersebut disimpan oleh Amazon dan rekaman itu dapat menjadi bukti untuk investigasi kasus ini," ujar polisi dalam surat penggeledahan.

Amazon menolak untuk memberikan rekaman kepada kepolisian karena pihaknya tidak akan merilis informasi tanpa seizin si pengguna.

"Amazon menolak untuk memenuhi permintaan yang tak masuk akal ini," demikian pernyataan Amazon, seperti dilaporkan The Information.

Tak hanya itu, mereka juga menyelidiki perangkat lainnya, yakni iPhone 6s, Macbook Pro, PlayStation 4, dan tiga tablet milik Bates yang telah divonis pada Februari lalu. Kendati demikian, penyelidikan kasus ini masih tetap berjalan.

(Cas/Isk)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya