Reaksi Anies Saat Dengar Curhat Warga yang Takut Digusur

Meski memiliki dokumen resmi terkait hak milik dan status tanah, rumah Supinah tetap digusur. Bagaimana reaksi Anies dengar curhatan itu?

oleh Rezki Apriliya Iskandar diperbarui 26 Des 2016, 14:22 WIB
Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (kanan) menyalami warga saat sosialisasi di Kota Bambu Utara, Jakarta, Rabu (21/12). Dihadapan pendukungnya, Anies memaparkan beberapa program jika terpilih pada Pilkada 2017. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi daerah Kalideres, Jakarta Barat. Di tempat itu, ia mendengarkan curhatan warga, Supinah, yang khawatir rumahnya digusur.

Supinah (56) mengaku sebelumnya bekerja sebagai asisten rumah tangga. Dari penghasilannya, ia mengumpulkan uang untuk membeli rumah di pinggir kali Mookervart. Namun tempat ini ditengarai menjadi sumber banjir di beberapa titik di Jakarta dan akhirnya digusur.

Saat ini, Supinah yang berdagang nasi uduk dan aneka kue tersebut mengaku telah tinggal di daerah tersebut sejak 1990.

"Saat 2014 itu, (tempat ini) digusur dan ada buldozer di sini," ujar Supinah, Senin (26/12/2016).

Supinah mengaku tidak mendapatkan ganti rugi dan sosialisasi yang cukup baik atas penggusuran yang dialaminya. Sertifikat tanah yang telah dikeluarkan sejak 1984 miliknya seolah tidak berarti.

"Saat ini saya berjualan di (tanah) bekas rumah saya. Tadi saya sudah serahkan semua (fotokopi) dokumen ke Pak Anies agar bisa diperhatikan," ujar Supinah.

Anies pun mendengarkan curhatan Supinah sambil menikmati segelas teh manis hangat. Dia mengamati berkas fotokopi dokumen resmi terkait hak milik dan status tanah dari Supinah.

Dokumen itu kemudian diterima Anies sebagai bentuk aspirasi warga. Dia kembali menegaskan akan mewujudkan dan mengembalikan keadilan yang menurutnya hilang di Jakarta.

"Kita akan menghentikan kesewenangan yang terjadi selama kurun dua tahun terakhir ini," ujar Anies.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya