Medco Energi Lepas Saham Anak Usaha ke Publik pada 2017

PT Medco Energi Internasional Tbk menyatakan ada tiga kandidat anak usaha yang sahamnya dilepas ke publik.

oleh Achmad Dwi Afriyadi diperbarui 14 Des 2016, 20:30 WIB
PT Medco Energi Internasional Tbk menyatakan ada tiga kandidat anak usaha yang sahamnya dilepas ke publik.

Liputan6.com, Jakarta - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) bakal menawarkan saham perdana ke publik atau initial public offering (IPO) salah satu entitasnya anak usahanya. Namun, perseroan belum memutuskan anak usaha mana yang akan dilepas sahamnya.

Head of Investor Relation PT Medco Energi Internasional Tbk Sonia Ayudiah mengatakan, ada tiga kandidat perusahaan yang dilepas ke publik atau IPO antara lain  PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT), PT Amman Mineral Ventura (PT AMV), dan PT Amman Mineral Investama (PT MNI). Namun, dia belum memastikan perusahaan mana yang akan dilepas ke publik.

"Kalau untuk PT masih proses review jadi PT  belum pasti, PT yang mana di IPO ," kata dia di Energy Building Jakarta, Rabu (14/12/2016).

Pelepasan saham ke publik ini direncanakan berlangsung tahun depan. Namun, dia mengatakan pelepasan saham ini tergantung harga komoditas.

"Untuk IPO entity-nya masih belum pasti, rencananya mungkin 2017 tapi mungkin livelihoodnya di 2018 karena melihat harga komoditas juga," ujar dia.

Terkait target dana dari IPO, dia bilang hal tersebut masih dalam pembahasan. Dia menuturkan, dana tersebut salah satunya digunakan untuk membayar utang.

"Jadi salah satu jalan keluarnya selain dari pinjaman 3 bank itu mendanai US$ 750 juta itu  salah satunya dari bond. Rencananya akan kita lakukan di 2017 dan itu akan take out US$ 750 juta dari 3 bank BUMN itu. IPO itu kurang lebih akan mengclose utang lainnya lebih dari pada itu. Setelah IPO juga akan dilakukan financing excercise lainnya untuk mendanai pengembangan berikutnya," kata dia.

Dia juga mengatakan, pelepasan saham ini untuk memperbaiki struktur permodalan anak usaha.

"IPO-nya bukan seluruhnya bayar utang, itu untuk menyelesaikan capital structure-nya agar Amman lebih bankable untuk pengembangan berikutnya," tutur dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya