Liputan.com, Klaten: Ribuan warga Nadhiyin di Klaten, Jawa Tengah, Ahad (7/3), menggelar doa bersama di Alun-Alun Klaten jelang peringatan 100 hari wafatnya Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Doa bersama ini dipimpin budayawan Emha Ainun Nadjib atau akrab disapa Cak Nun.
Doa bersama diawali dengan dzikir tahlil yang merupakan salah satu tradisi khas umat Nadhiyin. Dalam tauziahnya Cak Nun mengungkapkan, Gus Dur merupakan salah satu tokoh yang pantas disebut sebagai guru bangsa. Wajar kiranya, menurut budayawan asal Jombang, Jawa Timur, itu jika warga Indonesia mengambil pelajaran dari Gus Dur.
Usai pelaksanaan doa bersama acara ditutup dengan pentas Cak Nun bersama kelompok musik Kiai Kanjeng.(AIS)
Doa bersama diawali dengan dzikir tahlil yang merupakan salah satu tradisi khas umat Nadhiyin. Dalam tauziahnya Cak Nun mengungkapkan, Gus Dur merupakan salah satu tokoh yang pantas disebut sebagai guru bangsa. Wajar kiranya, menurut budayawan asal Jombang, Jawa Timur, itu jika warga Indonesia mengambil pelajaran dari Gus Dur.
Usai pelaksanaan doa bersama acara ditutup dengan pentas Cak Nun bersama kelompok musik Kiai Kanjeng.(AIS)