Liputan6.com, Kupang: Pasca bentrokan antara dua kelompok mahasiswa Alor dan Sumba di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang menewaskan seorang mahasiswa asal Belu, NTT, puluhan aparat kepolisian Polresta Kupang dengan dibantu warga setempat, akhirnya melakukan sweeping.
Seluruh asrama dan rumah kos yang diduga dihuni para pelaku kedua kelompok etnis mahasiswa tersebut diperiksa, Sabtu (6/3). Polisi berhasil menyita puluhan anak panah dan senjata tajam lainnya sebagai barang bukti. Namun diduga para pelaku sudah mengetahui rencana sweeping ini, sebab, petugas tidak menemukan satu pun pelaku di kamarnya.
Kepala Satuan Samapta Polresta Kupang, Ajun Komisaris Polisi Iswahyudi menjelaskan, sweeping dilakukan untuk memberi rasa nyaman terhadap warga sekitar. Pihaknya juga akan terus siaga di lokasi kejadian dan terus memburu para pelaku yang hingga kini masih buron [baca: Dua Rumah Kos Terbakar Akibat Bentrokan Mahasiswa].
Bentrokan antara dua kelompok mahasiswa ini dipicu dendam atas pembakaran asrama Alor beberapa bulan silam dan perselisihan usai acara wisuda pekan lalu. Tak hanya menewaskan seorang mahasiswa, enam buah sepeda motor milik warga yang diparkir di sekitar lokasi kejadian dan dua buah rumah hunian mahasiswa Alor serta sebuah asrama milik mahasiswa Sumba ikut dibakar dua kelompok yang bertikai.(ARL/AYB)
Seluruh asrama dan rumah kos yang diduga dihuni para pelaku kedua kelompok etnis mahasiswa tersebut diperiksa, Sabtu (6/3). Polisi berhasil menyita puluhan anak panah dan senjata tajam lainnya sebagai barang bukti. Namun diduga para pelaku sudah mengetahui rencana sweeping ini, sebab, petugas tidak menemukan satu pun pelaku di kamarnya.
Kepala Satuan Samapta Polresta Kupang, Ajun Komisaris Polisi Iswahyudi menjelaskan, sweeping dilakukan untuk memberi rasa nyaman terhadap warga sekitar. Pihaknya juga akan terus siaga di lokasi kejadian dan terus memburu para pelaku yang hingga kini masih buron [baca: Dua Rumah Kos Terbakar Akibat Bentrokan Mahasiswa].
Bentrokan antara dua kelompok mahasiswa ini dipicu dendam atas pembakaran asrama Alor beberapa bulan silam dan perselisihan usai acara wisuda pekan lalu. Tak hanya menewaskan seorang mahasiswa, enam buah sepeda motor milik warga yang diparkir di sekitar lokasi kejadian dan dua buah rumah hunian mahasiswa Alor serta sebuah asrama milik mahasiswa Sumba ikut dibakar dua kelompok yang bertikai.(ARL/AYB)