Hari AIDS Sedunia, Menkes Dorong Semua Orang Tes HIV

Memperingati Hari AIDS Sedunia 2016, Menkes Ri Nila Moeloek mendorong semua orang untuk lakukan tes HIV.

oleh Benedikta Desideria diperbarui 01 Des 2016, 14:30 WIB
Memperingati Hari AIDS Sedunia 2016, Menkes Ri Nila Moeloek mendorong semua orang untuk lakukan tes HIV.

Liputan6.com, Surabaya - Selama ini banyak yang berpikir hanya kelompok berisiko yang bisa terinfeksi HIV lalu menjadi AIDS. Padahal semua orang berpotensi terkena HIV-AIDS. Oleh karena itu, memperingati Hari AIDS Sedunia, Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mengajak masyarakat untuk melakukan tes HIV.

"AIDS itu paling banyak pada ibu rumah tangga, lalu karyawan, pekerja seks, PNS juga, siswa dan mahasiswa juga ada. Berarti dari ibu rumah tangga hingga anak sekolah ada. Jadi semua orang berpeluang kena," tutur Nila di Gedung Grahadi, Surabaya, Jakarta Timur pada Peringatan Hari AIDS Sedunia 2016 Kamis (1/12/2016).

Tanggal 1 Desember setiap tahunnya, diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia.

Berdasarkan hal itu Nila mengajak masyarakat untuk melakukan tes HIV tanpa memberi pandangan buruk pada orang yang melakukan tes HIV. "Jangan stigma orang yang tes HIV, jangan juga stigma orang dengan HIV," tambah Nila.

Tes HIV termasuk dilakukan pada ibu hamil. Dengan tes HIV pada ibu hamil bisa diketahui status HIV. Bila positif bisa segera mengonsumsi obat antiretroviral sehingga bayi tidak terinfeksi.

"Ibu hamil itu tes HIV, jangan sampai bayi nanti jadi korban. Karena kalau terinfeksi ia akan mengonsumsi obat seumur hidup," pesan Nila.

Memperingati Hari AIDS Sedunia 2016, Menkes Nila Moeloek mendorong semua orang untuk lakukan tes HIV.

Berdasarkan data 2005 sampai dengan Desember 2015 telah dilaporkan 191.073 orang terinfeksi HIV di Indonesia.

Faktor risiko penularan HIV terbanyak adalah melalui hubungan seks yang berisiko pada heteroseksual (66%); penggunaan jarum suntik tidak steril pada penasun (11%); lelaki seks dengan lelaki (3%); serta penularan dari ibu ke anak (3%).

Jumlah kasus AIDS yang dilaporkan tertinggi adalah pada ibu rumah tangga (10.626); tenaga non professional/karyawan (9.603); wiraswasta (9.439); petani/peternak/nelayan (3.674); buruh kasar (3.191); penjaja seks (2.578); PNS (1.819); dan anak sekolah/ mahasiswa (1.764)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya