Liputan6.com, Madrid - Real Madrid termasuk di antara klub sepak bola terkaya di dunia. Klub, yang didirikan pada tahun 1902 ini, memiliki sejarah yang mencengangkan baik di dalam maupun luar lapangan.
Di lapangan, Madrid adalah tim paling banyak meraih gelar Liga Champions. Mereka sudah meraih 11 kali atau kemudian dikenal dengan istilah La Undecima.
Di sisi lain, Madrid bahkan berhasil mempertahankan status sebagai klub terkaya di dunia 2015 versi majalah Forbes. Predikat tersebut disandang Los Blancos untuk kali keempat secara beruntun.
Klub yang diperkuat megabintang Cristiano Ronaldo dkk itu memiliki kekayaan sebesar 3.645 miliar dollar AS atau setara dengan sekitar Rp 48,4 triliun. Los Blancos mengungguli rival abadinya, FC Barcelona, yang hanya menempati posisi kedua dalam daftar klub terkaya 2015.
Meskipun telah meraih sukses tak tertandingi di panggung dunia dan menempatkan dirinya sebagai tim terbesar, Madrid juga pernah mengalami insiden kontroversial dan kekalahan yang dianggap memalukan dalam sejarahnya.
Berikut 4 kejadian yang tak akan dilupakan dalam sejarah Madrid:
Advertisement
Skandal Luis Figo
Florentino Perez adalah salah satu presiden paling terkenal dalam sejarah Real Madrid. Dan, untuk alasan yang baik. Perez kemudian membawa pemain terbaik di planet ini sebagai bagian dari program Galacticos.
Namun, ada satu tindakan Perez yang mengundang banyak kritik dari penggemar sepak bola selama bertahun-tahun. Bahkan, kejadian ini mungkin yang paling kontroversial selama masa jabatannya.
Ini terkait dengan kepindahan Luis Figo dari Barcelona ke Madrid pada tahun 2001. Saat itu, Perez tengah mengikuti pencalonan presiden klub.
Layaknya kampanye-kampanye, para kandidat sudah pasti mengeluarkan janji-janji manis atas nama kemajuan kesebelasan. Dia mengiming-imingi para pemegang hak pilih dengan janji mendatangkan pemain bintang jika ia berhasil memenangkan pemilihan.
Salah satu strategi awal pergerakan "bawah tanah" Perez adalah dengan meminta sang agen, Jose Veiga untuk menyusun pra-perjanjian dengannya secara rahasia agar tak terendus media manapun.
Perjanjian terselubung antara Jose Veiga dan pihak Perez, jika memang terbukti, tentu telah melanggar peraturan FIFA saat itu. FIFA secara tegas dan jelas melarang negosiasi antara klub peminat dalam hal ini Madrid dengan pemain (Figo) dan agennya jika si pemain masih terikat kontrak.
Figo akhirnya membuat keputusan kontroversial dengan hijrah ke Madrid dengan nilai transfer 60 juta euro. Sejak itu Figo pun langsung dianggap sebagai musuh besar publik Camp Nou. Bahkan, ia sempat mendapat perlakuan tak menyenangkan.
Pada laga El Clasico 21 Oktober 2000, Figo dilempari kepala babi saat hendak mengeksekusi sepak pojok. Bahkan, fans Barca juga membakar poster Figo sambil membentangkan spanduk bertuliskan: spanduk bertuliskan: Judas, Scum, dan Mercenary.