9 Cara Mengelola Diabetes pada Ibu Hamil

Bagi wanita yang memiliki diabetes, termasuk yang didiagnosis dengan diabetes gestasional, perawatan kesehatan mereka menjadi lebih kompleks

oleh Tassa Marita Fitradayanti diperbarui 18 Nov 2016, 11:07 WIB

Liputan6.com, Jakarta Kehamilan yang sehat adalah prioritas bagi setiap wanita yang sedang mengandung. Namun bagi wanita yang memiliki diabetes, termasuk yang didiagnosis dengan diabetes gestasional, perawatan kesehatan mereka pun menjadi lebih kompleks.

Wanita dengan diabetes yang didiagnosis sebelum hamil, memiliki risiko tinggi mengalami keguguran dan cacat lahir. Saat kehamilan berlanjut, mereka berisiko mengalami tekanan darah tinggi, preeklamsia, eklamsia, melahirkan bayi prematur, dan komplikasi lain yang terkait.

Walaupun memiliki banyak risiko, namun sebenarnya mereka dapat mengontrol diabetesnya saat hamil dengan cara melakukan beberapa rencana dan strategi yang sehat. Sehingga Anda dapat memiliki kehamilan yang sehat serta melahirkan bayi yang sempurna.

Untuk melakukan strategi sehat tersebut, coba ikuti tips di bawah ini yang diberikan oleh para pakar, seperti dilansir dari Foxnews, Jumat (18/11/2016):

1. Kunjungi dokter sebelum Anda hamil

“Jika Anda memiliki diabetes dan berencana untuk hamil, Anda perlu membicarakannya dengan dokter untuk memastikan kadar A1C Anda normal, membicarakan obat-obatnya, atau jika diperlukan, minta rujukan ke ahli gizi. Wanita dengan diabetes tipe 1 harus meminta dokternya untuk melakukan tes fungsi ginjal, tes tiroid, dan pemeriksaan mata, karena kondisi lain dapat bertambah buruk,” ujar seorang profesor endokrinologi dan kedokteran klinis di Keck School of Medicine of the University of Southern California di Los Angeles, Dr. Lois Jovanovic.

2. Turunkan berat badan

Salah satu cara terbaik untuk memastikan bahwa kehamilan Anda sehat, dengan cara memiliki berat badan normal.

“Menurunkan berat badan dapat dimulai dari awal mereka mengetahui bahwa dirinya sedang hamil,” ujar seorang Obgyn bersertfikat di Los Angeles, Dr. Jennifer Lang.

Coba konsumsi makanan yang berbasis sayuran, dan hindari gula yang berlebihan, pengawet, makanan olahan, dan makanan yang tinggi lemak jenuh.

3. Lebih banyak bergerak

“Latihan akan membantu Anda memetabolisme makanan secara lebih baik, mengontrol glukosa darah, dan membantu mengendalikan berat badan selama dan setelah kehamilan,” ujar pendidik diabetes bersertifikit di Miami, Marina Chaparro.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menyarankan agar wanita hamil setidaknya bergerak selama 15 menit dengan cara melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu.

4. Hitung karbohidrat

Ketika merencanakan makanan, coba ketahui berapa banyak karbohidrat dalam setiap makanan tersebut dan batasi jumlah yang Anda makan. Jika tidak mereka dapat meningkatkan gula darah."Hal ini terutama sangat penting jika Anda memiliki diabetes tipe 1,” ujar Chaparro.

5. Atasi morning sickness

Pastikan bahwa Anda makan setiap dua hingga tiga jam pada siang hari, untuk mencegah rasa mual. Jika Anda mengambil insulin atau pil, makan beberapa biskuit asin sebelum turun dari tempat tidur saat pagi hari. Kemudian ambil obat Anda untuk memastikan makanan di perut Anda tidak naik lagi ke kerongkongan,” ujar Chaparro.

6. Jus sayur

Jika Anda merasa sayuran membuat perut mual terutama di trimester pertama, coba minum jus sayuran hijau segar yang merupakan sumber folat dan kalsium yang baik bagi tubuh Anda. mereka bahkan dapat mengontrol nafsu makan dan mencegah Anda mengidam gula. Namun hindari jus yang mengandung banyak buah, karena mereka dapat meningkatkan gula darah Anda.

7. Perhatikan apa saja yang Anda minum

Sangat penting untuk minum banyak air putih selama kehamilan, serta pastikan untuk menghindari jus, soda, minuman olahraga, dan pemanis dalam kopi dan teh.

“Hindari atau ganti mereka dengan suatu minuman yang tidak berkalori dan memiliki karbohidrat, karena mereka dapat menjadi sumber pertama yang menaikkan gula darah Anda," kata Chaparro.

8. Lanjutkan dengan hati-hati

“Pendapat saya adalah, diabetes gestasional adalah diabetes tipe 2 yang tidak terdiagnosis,” kata Jovanovic. Bahkan studi menunjukkan 36 hingga 60 persen wanita dengan diabetes gestasional akan mengembangkan diabetes tipe 2 dalam waktu lima hingga 10 tahun kemudian.

Jadi jika Anda memiliki diabetes gestasional, penting untuk membicarakannya dengan dokter mengenai pemantauan glukosa darah dan membuat perubahan gaya hidup yang lebih sehat setelah kehamilan tersebut.

9. Dapatkan dukungan

Cari bantuan dari seorang pendidik diabetes bersertifikat, ahli gizi, atau ahli diet terdaftar yang dapat membantu Anda dalam membuat rencana makan yang lezat namun sehat untuk tubuh Anda yang memiliki diabetes. Bisa juga dengan bergabung dengan sebuah komunitas ibu hamil yang juga menderita diabetes seperti Anda.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya