Banjir Karawang Makin Parah, 6 Ribu Pengungsi Menanti Bantuan

Sementara warga mengungsi akibat banjir, Bupati Karawang justru dikabarkan sedang jalan-jalan ke Italia.

oleh Abramena diperbarui 15 Nov 2016, 09:41 WIB

Liputan6.com, Jakarta Daerah terdampak banjir di Karawang akibat meluapnya tiga sungai, yakni Sungai Citarum, Sungai Cibeet dan Sungai Cilamaya, terus meluas. Dari catatan BPBD Karawang, banjir yang sebelumnya menggenangi empat kecamatan kini sudah meluas hingga ke tujuh kecamatan.

Tujuh kecamatan yang tergenang saat ini ialah Kecamatan Teluk Jambe Barat dan Teluk Jambe Timur, Karawang Barat, dan Karawang Timur, Kecamatan Batu Jaya dan Pakis Jaya, serta Kecamatan Cilamaya.

Akibat banjir itu, sedikitnya enam ribu jiwa harus mengungsi ke sejumlah lokasi yang dianggap aman dari genangan. Tim telah mendirikan tenda-tenda darurat di pinggir jalan dan menyulap rumah ibadah serta kantor pemerintah sebagai tempat pengungsian.

Kondisi korban banjir cukup memprihatinkan mengingat di sejumlah titik mereka belum tersentuh bantuan. Seperti warga di wilayah Karawang Barat yang saat ini membutuhkan makanan siap saji, pakaian, selimut, serta susu bagi balita.

"Kalau bantuan ke sini belum ada, apalagi posko yang bisa menjamin ketersediaan makanan dan kesehatan bagi kami di sini," kata Ali, salah seorang korban banjir, Selasa (15/11/2016).

Banjir saat ini masih menggenangi permukiman dan perumahan dengan ketinggian satu meter. Bahkan, di sejumlah lokasi mencapai dua meter, seperti di sekitar bantaran Sungai Citarum.

"Mudah-mudahan, kami semua berharap banjirnya segera surut, cuaca segera membaik," ujar Ali.

Di tengah bencana banjir yang melanda, Bupati Karawang Cellica Nurachadiana justru dikabarkan tidak berada di daerahnya. Informasi yang dihimpun Liputan6.com menyebutkan bupati sedang dalam perjalanan di Italia untuk mengikuti sebuah kegiatan.

Banjir di Kabupaten Karawang terjadi sejak Jumat pekan lalu dan puncaknya pada Senin, 14 November 2016 kemarin. Belum diketahui secara pasti total kerugian atas bencana tahunan tersebut, tetapi kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya