Inilah 3 Pelajaran yang Diambil Ketika Pensiun dari Media Sosial

Media sosial hanyalah dunia maya yang membuat hidup selalu merasa kekurangan. Untuk itu, inilah pelajaran yang dapat dipetik kala berhenti.

oleh Akbar Muhibar diperbarui 15 Nov 2016, 14:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta Terlalu banyak menggunakan media sosial ternyata menyebabkan banyak pola hidup berubah. Mulai dari kehidupan yang kini tiada batas antara dunia nyata dan dunia maya, hingga terlalu banyak waktu yang dihabiskan di dunia yang sebenarnya tidak nyata dalam hubungan sosial. Untuk itu, memilih pensiun dari kegiatan media sosial ternyata memberikan beberapa pelajaran penting yang dapat dipetik. Seperti yang dirilis oleh lifehack.org, Selasa (15/11/2016).

Anda akan menjadi apa yang biasa dilihat di media sosial
Jika tidak bijak dalam menggunakan media sosial, percayalah, mereka akan menelan jiwa dan diri Anda ke dalam hal yang sama sekali tidak berguna dalam kehidupan. Sebenarnya, media sosial menawarkan gaya hidup yang sama sekali tidak nyata dan terlalu berlebihan. Contohnya kehidupan model yang serba glamor, atau Anda akan terhanyut dalam pertengkaran yang tidak penting dan berpengaruh dalam kehidupan sosial.

Media sosial akan selalu ada dan kuat
Media sosial akan tetap selalu ada, bahkan selalu berkembang. Tapi media sosial tidak akan bisa membuat Anda merasakan petualangan baru yang hanya bisa secara fisik dirasakan. Anda tidak akan bisa merasakan cinta dari keluarga dan kenangan indah yang pernah dirasakan melalui media sosial.

Apa yang Anda miliki sebenarnya sudah cukup
Terdengar klise, namun itulah sebenarnya terjadi. Meninggalkan media sosial akan menjadikan Anda merasa hidup dan merasakan apa yang telah dimiliki telah cukup. Media sosial hanya akan memotivasi Anda untuk mengonsumsi berlebihan dan percaya bahwa kita dalam kondisi yang selalu berkekurangan. Padahal sebenarnya, kehidupan yang ada sudah lebih cukup untuk membuat Anda berbahagia setiap harinya, tanpa kepalsuan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya